WhatsApp Jadi Aplikasi Non-Google Kedua Raih Jumlah Unduhan 5 Miliar

Oleh Agustinus Mario Damar pada 20 Jan 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 09:30 WIB
WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp telah berhasil mencatat capaian baru di awal tahun ini. Sebab, aplikasi chatting itu telah berhasil mencapai jumlah unduhan 5 miliar kali di Google Play Store.

Dikutip dari Android Police, Senin (20/1/2020), WhatsApp menjadi aplikasi non-Google kedua yang berhasil mencapai jumlah ini. Adapun aplikasi non-Google pertama yang meraihnya adalah Facebook di tahun lalu.

Keberhasilan aplikasi ini tidak lepas dari kepolulerannya di banyak negara. Saat ini, WhatsApp menjadi salah satu aplikasi primer untuk berkirim pesan untuk pengguna smartphone.

Berdasarkan laporan pada 2018, jumlah pengguna bulanannya mencapai lebih dari 1,5 miliar. Dengan data terbaru ini, jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi ini kemungkinan juga meningkat.

Meski tidak berhubungan langsung, capaian ini menyusul informasi sebelumnya yang menyebut Facebook telah membatalkan rencana untuk menghadirkan iklan di layanan WhatsApp.

Menurut The Wall Street Journal, tim pengembangan iklan untuk aplikasi itu sudah dibubarkan beberapa bulan lalu. Pekerjaan yang telah dilakukan pun, sudah dihapus dari kode WhatsApp.


Rencana Lain Facebook di WhatsApp

WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp (iStockPhoto)

Meski membatalkan rencana untuk memboyong iklan ke WhatsApp, Facebook tetap akan menghadirkan iklan di WhatsApp Status. Namun sejauh ini, WhatsApp masih bebas dari iklan.

Mengutip laman The Verge, Jumat (17/1/2020), Facebook begitu berambisi untuk memonetisasi WhatsApp. WhatsApp sendiri diakuisisi oleh Facebook pada 2014 dengan nilai USD 22 miliar.

Ambisi Mark Zuckerberg untuk memonetisasi WhatsApp ini bertentangan dengan cita-cita pendirinya, Jan Koum, yang kemudian mengundurkan diri dari Facebook pada 2018.


Dua Pendiri WhatsApp Tak Setuju ada Iklan

WhatsApp
Perbesar
WhatsApp (AP Photo/Patrick Sison, File)

Rekan Koum yang sama-sama pendiri WhatsApp, Brian Acton, meninggalkan Facebook beberapa bulan sebelumnya. Kedua pendiri WhatsApp ini tak setuju aplikasi besutannya yang mengusung privasi harus disisipi iklan.

Kembali ke masalah iklan, Facebook kini lebih fokus ke iklan pada WhatsApp yang dianggap akan memungkinkan komunikasi bisnis dengan pelanggan lebih mudah.

Sebelumnya, Koum dan Acton disebut-sebut khawatir, fitur pesan komersial akan memaksa WhatsApp melemahkan enkripsi end-to-end yang diterapkan.

Sebelumnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan, pihaknya secara bertahap akan mengintegrasikan Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya