Netflix Masih Bicara dengan Telkom soal Pemblokiran

Oleh Agustinus Mario Damar pada 09 Jan 2020, 15:22 WIB
Diperbarui 09 Jan 2020, 15:22 WIB
Netflix
Perbesar
Pengguna bisa share tayangan Netflix ke IG Stories. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Layanan Netflix hingga saat ini masih diblokir oleh Telkom Group. Karenanya, pengguna layanan Telkom Group tidak bisa mengakses platform streaming asal Amerika Serikat tersebut.

Menyoal pemblokiran tersebut, Netflix mengaku pihaknya memang masih terus membicarakannya dengan pihak Telkom. Namun, Netflix memang tidak mengungkap lebih lanjut mengenai pembahasan tersebut.

"Saya pikir Menteri (Menkominfo) sudah berbicara ini bidang business-to-business. Jadi kami saat ini masih terus melanjutkan pembicaraan dengan Telkom," tutur Head of Communications Netflix SEA, Leigh Wong, ditemui usai konferensi pers kerja sama Kemendikbud dan Netflix di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Untuk sekarang, menurut Leigh, memang belum ada informasi yang dapat dibagi tentang pembicaraan tersebut. Akan tetapi, apabila nantinya memang ada hasil dari pembicaraan tersebut, akan diumumkan.

Sebelumnya, Direktur Consumer Service IndiHome, Siti Choiriana, mengaku bisa saja layanan Netflix ke depan bisa muncul menjadi salah satu konten teranyar yang ditawarkan IndiHome.

Namun sebelum mewujudkan hal tersebut, Netflix harus menyetujui beberapa poin yang menjadi acuan IndiHome khususnya hal perlindungan konsumen.   

2 dari 2 halaman

Siap Buka Akses Netflix, Asal...

Kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Netflix. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)

"Kita ini company publik yang diharapkan juga menjaga perlindungan konsumen, jadi lebih kita meng-adopt addres dari pemerintah saat ini," kata wanita karib disapa Ana ini dalam sesi media gathering di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (21/12/2019).

Ana melanjutkan, pihaknya saat ini terus membuka komunikasi yang baik dengan pihak Netflix. Dengan harapan, Netflix mampu sepakat seperti layanan HBO atau pun FOX channels yang kiranya sanggup menutup salurannya jika terjadi komplain konsumen.

"Agreement kita dengan HBO, FOX, dll, kalau ada masyarakat dia komplain itu mereka berani melakukan take down 1X24 jam, sementara Netflix belum bisa menggaransi itu, tapi kita buka komunikasi baik terus," tutur Ana.

Ana meyakini, kepuasan konsumen adalah yang utama. Karenanya, IndiHome didesain sebagai layanan dengan asupan konten terbaik khususnya untuk pasar keluarga.

"Positioning product kita (IndiHome) untuk family jadi dinikmati ayah ibu dan anak. Kita ingin menjaga kepentingan konsumen, kekuatan kita itu ada di konten. Makanya kita teus melakukan banyak sekali partnership inovasi untuk konten agar semakin komplit," ujar Ana.

(Dam/Ysl) 

Lanjutkan Membaca ↓