Lei Jun Mundur dari Jabatan Presiden Xiaomi

Oleh Iskandar pada 02 Des 2019, 15:21 WIB
Diperbarui 02 Des 2019, 15:21 WIB
Peluncuran Xiaomi Mi MIX 2
Perbesar
Founder dan CEO Xiaomi, Lei Jun presentasi Xiaomi Mi MIX 2 di University of Technology Gymnasium Beijing, Tiongkok, Senin (11/9/2017) waktu setempat. (Doc: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Lei Jun, Chairman dan co-founder Xiaomi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Xiaomi untuk China.

Dalam sebuah surat internal yang diedarkan minggu lalu, Xiaomi mengumumkan hal ini kepada seluruh karyawan tentang perubahan besar terkait peran kepemimpinan perusahaan.

Lu Weibing, pimpinan sub-brand Xiaomi, Redmi, akan mengambil alih tanggung jawab Lei Jun sebagai presiden. Meski demikian, Lei Jun tetap menjadi Chairman dan co-founder Xiaomi. 

Perubahan besar lainnya, mantan presiden Lin Bin dipromosikan menjadi wakil presiden perusahaan, dan CFO Zhou Capital dipromosikan menjadi presiden bisnis internasional.

Dalam surat internal perusahaan, Lei Jun mengatakan tahun depan akan menjadi tahun yang sangat menantang bagi bisnis 5G Xiaomi, dan itu juga akan menjadi tahun kunci bagi Xiaomi untuk mempromosikan ponsel + AIoT.

"Kami membutuhkan dukungan manajemen yang lebih kuat. Perlu untuk melanjutkan vitalitas inovasi organisasi yang dibawa oleh mekanisme rotasi kader,” kata Lei Jun melalui surat internal perusahaan, sebagaimana dikutip dari TNW, Senin (2/12/2019).

2 dari 2 halaman

Pangsa Pasar Turun

Xiaomi
Perbesar
CEO Xiaomi Lei Jun memperkenalkan Mi MIX 2s. Foto: Xiaomi

Menurut laporan Q3 perusahaan, pendapatan bisnis smartphone turun 7,8 persen tahun-ke-tahun (YoY) karena perlambatan di pasar China.

Sesuai laporan dari perusahaan analitik Canalys, pangsa pasar Xiaomi turun menjadi 9 persen dari 13,1 persen pada waktu yang sama pada tahun lalu.

Raksasa teknologi ini mencatatkan pertumbuhan 5,5 persen YoY, tercatat paling lambat setelah perusahaan terdaftar di bursa saham Hong Kong pada tahun lalu.

Kepemimpinan yang baru ini harus bisa menyalip pesaing beratnya, seperti Huawei, Vivo, dan Oppo untuk membawa Xiaomi kembali ke masa kejayaannya di pasar smartphone Tiongkok.

(Isk/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓