Watergen, Perusahaan Teknologi Pengubah Udara Jadi Air Bersih Hadir di Disrupto

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 23 Nov 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 23 Nov 2019, 18:00 WIB
Zach Fenster dari Watergen USA
Perbesar
Zach Fenster dari Watergen USA, perusahaan yang ciptakan alat pengubah udara menjadi air yang siap dikonsumsi, di acara Disrupto 2019 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Liputan6.com, Jakarta - Krisis air bersih kini menjadi salah satu masalah serius yang melanda dunia. Masalah ini jadi sangat krusial karena air adalah kebutuhan pokok yang menunjang kehidupan manusia.

Untuk itu, sebuah perusahaan dari Amerika Serikat, Watergen, memiliki solusi nyata untuk mendapatkan sumber air tanpa harus merusak lingkungan.

Zach Fenster dari Watergen USA memaparkan air adalah kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan.

"Namun di sini dan di seluruh dunia, air mengalami defisit, tercemar, dan tidak bisa diminum. Kini ada solusi menggunakan air kemasan dengan botol plastik, tetapi ini justru menciptakan masalah baru, yakni sampah," kata Zach di panggung Disrupto 2019, di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Di samping itu, menurut Zach, air dalam kemasan tidak bisa mengentaskan masalah krisis air karena terlalu banyak orang dan sumber air tidak bisa memenuhi kebutuhan semua orang.

Ia menjelaskan, peningkatan populasi global dan perubahan iklim membuat sumber daya air berkurang, bahkan banyak sumber air yang tercemar. "Ada banyak permintaan, tetapi dari segi penawaran, malah terus berkurang," tutur dia.

Zack menekankan masalah krisis air tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di semua negara, bahkan di negara maju sekalipun. Ia mencontohkan di kota Newark, sekitar setengah jam dari kota New York, tingkat pencemaran air sangat tinggi. Begitu juga di berbagai negara bagian di Amerika.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Watergen Ubah Udara Jadi Air

Zach Fenster dari Watergen USA
Perbesar
Zach Fenster dari Watergen USA, perusahaan yang ciptakan alat pengubah udara menjadi air yang siap dikonsumsi, di acara Disrupto 2019 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

"Solusinya, kami dari perusahaan Watergen mengubah udara menjadi air. Ini adalah disrupsi terbaik untuk menyelesaikan krisis air yang terjadi di dunia," tutur dia.

Watergen menciptakan mesin yang mampu mengubah udara menjadi air. Zach menyebut, mesin ini bekerja dalam empat langkah.

Langkah pertama adalah mesin menarik udara dari atmosfer ke dalam alat bernama water generator. Langkah kedua, mesin tersebut membersihkan udara dari partikel-partikel polusi.

"Filter udara akan menghilangkan semua debu dan kotoran dari udara, yang membuat udara jadi bersih dan murni," tutur Zach.

Ia bahkan menyebutkan, dibandingkan Beijing dan sejumlah kota berpolusi di dunia, udara Jakarta tidaklah terlalu buruk. Hal ini karena udara Jakarta memiliki kelembapan dan lebih mudah untuk diubah menjadi air.

Langkah ketiga, udara yang sudah murni dan bersih itu diarahkan untuk masuk ke teknologi bernama GENius TM heat exchange, di mana berlangsung proses pendinginan dan pengubahan dari udara ke air.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Langkah Ubah Udara Jadi Air

Ibu hamil kurang minum. source: bu.edu
Perbesar
Ibu hamil jangan sampai mengalami dehidrasi saat puasa yang kemudian memengaruhi air ketuban.source: bu.edu

Kemudian, air yang sudah dihasilkan kembali disaring agar menjadi air murni serta ditambahkan mineral untuk meningkatkan kualitas air yang dikonsumsi.

Terakhir, air yang dihasilkan disimpan dalam penyimpanan supaya air tetap dalam kondisi segar, sehat, dan berkualitas tinggi.

Zach memaparkan, cara kerja produk Watergen sebenarnya merupakan inovasi yang tadinya merupakan teknologi sederhana, tetapi diberi nilai tambah dan diubah menjadi teknologi lebih maju.

"Kadang, inovasi itu tidak harus membuat sesuatu yang benar-benar baru, tetapi membuat ulang sesuatu yang lama, sehingga teknologi baru ini bisa lebih efisien dan berguna," tutur dia.

Ia juga menekankan bahwa ketimbang produk lain, Watergen mampu membuat air yang berkulitas dan bisa diminum langsung.

"Teknologi ini juga terjangkau karena bisa menyelesaikan permasalahan banyak orang. Satu-satunya beban yang harus ditanggung adalah listrik," kata Zach.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓