Robot Laba-Laba Akan Menjelajahi Bulan pada 2021

Oleh Liputan6.com pada 12 Nov 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 18:14 WIB
The Walking Rover

Liputan6.com, Jakarta - Robot penjelajah (rover) yang dikirim untuk misi luar angkasa biasanya berbentuk seperti mobil golf. Namun kali ini berbeda, di mana Spacebit akan mengirimkan robot penjelajah berbentuk seperti laba-laba ke luar angkasa.

Robot tersebut digadang-gadang akan siap berjalan di Bulan pada kuartal ketiga 2021 melalui misi United Launch Allience Vulcan.

Robot penjelajah ini memiliki empat kaki yang menopang tubuh CubeSat (satelit miniatur) sehingga disebut sebagai "The Walking Rover". Demikian seperti dikutip dari laman Space, Selasa (12/11/2019). 

Dengan berat yang ringan sekitar 1 kg, robot ini akan sangat ideal untuk menjelajahi celah-celah sempit dan gua di permukaan Bulan.

Ditambah dengan adanya empat kaki yang bisa membuat robot penjelajah ini melompat, kaki-kaki tersebut menambah ketangkasan robot dalam segala kondisi dataran Bulan.

 

2 dari 4 halaman

Dilengkapi Panel Surya

The Walking Rover, robot penjelajah berbentuk laba-laba. Dok: spacebit.com
The Walking Rover, robot penjelajah berbentuk laba-laba. Dok: spacebit.com

Walaupun tidak secepat robot yang menggunakan roda, nantinya akan ada kendaraan induk yang dapat memuat hingga empat The Walking Rover dan membantu mobilitas di Bulan.

Robot ini memiliki panel surya monocrystalline dan konsumsi daya yang rendah sehingga dapat menjelajahi permukaan Bulan dengan waktu yang cukup lama.

Antariksawan juga dapat melihat secara langsung visual yang didapatkan robot penjelajah ini melalui kamera high definition yang terdapat di tubuh kotaknya.

 

3 dari 4 halaman

Berkelompok

NASA di Bulan
Pada 13 Desember 1972, astronaut ilmuwan NASA, Harrison Schmitt, berdiri di sebelah batu besar selama misi Apollo 17. Mosaik ini dibuat dari dua foto yang diambil oleh sesama penjelajah Bulan, Eugene Cernan. (NASA)

Ukuran yang kecil tidak akan menghalangi robot penjelajah ini untuk mempelajari permukaan Bulan. Pasalnya, robot penjelajah ini nanti akan bertugas secara berkelompok.

Kumpulan robot penjelajah ini nantinya akan terintegrasi dengan kecerdasan buatan yang terdapat pada masing-masing robot.

Masing-masing robot penjelajah memiliki navigasi LiDAR, yang menggunakan sensor akurat dan dimensi yang luas untuk melihat sekitar.

 

4 dari 4 halaman

Proses Pembuatan Lebih Cepat

Robot penjelajah Yutu bertugas mengeksplorasi Bulan
Robot penjelajah Yutu bertugas mengeksplorasi Bulan (Weibo)

Spacebit berencana menjual robot tersebut dengan harga USD 3 juta atau sekitar RP 42 milliar, dengan menargetkan universitas dan badan antariksa untuk membeli produk mereka.

Diestimasikan pembuatan robot ini akan memakan waktu 6 hingga 12 bulan. Hal ini jauh lebih cepat daripada pembuatan robot penjelajah lainnya.

(Keenan Pasha/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓