Qlue Resmi Jadi Saluran Pengaduan Warga Kota Makassar

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 08 Nov 2019, 10:00 WIB

Diperbarui 09 Nov 2019, 20:14 WIB

Foto bersama Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb dan segenap jajaran Diskominfo ketika melakukan audiensi persiapan implementasi aplikasi Qlue di makassar.

Liputan6.com, Jakarta - Warga kota Makassar kini resmi dapat menggunakan aplikasi Qlue untuk melaporkan masalah sosial dan lingkungan. Peluncuran Qlue bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-412 kota Makassar.

Hal ini diyakini akan meningkatkan layanan publik pemerintah kota Makassar dan melengkapi berbagai layanan Makassar Smart City.

Cakupan masalah yang dapat masyarakat laporkan melalui Qlue antara lain sampah, lampu & rambu jalan rusak, kemacetan, pelanggaran lalu lintas, parkir liar, tunawisma/pengemis, fasilitas anak, orang hilang, pedagang kaki lima liar, pelanggaran bangunan, iklan liar, permintaan fogging DBD, dan kesehatan.

Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

"Pemerintah Kota Makassar terus berinovasi untuk meningkatkan layanan publik di era digital, dengan menggunakan aplikasi Qlue sebagai saluran pengaduan warga yang akan langsung ditindaklanjuti oleh OPD terkait," kata Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, dalam pernyataannya kepada Tekno Liputan6.com.

Berbagai aduan tersebut, lanjut Iqbal, akan membantu Pemkot Makassar untuk "merumuskan kebijakan berbasis data, mulai dari data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, pajak, dan lain-lain". 

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Pemkot telah melakukan sosialisasi penggunaan Qlue kepada Ketua RW dan RW. Saat ini, terdapat lebih dari seribu pengguna aktif Qlue di Kota Makassar dan sejumlah aduan warga seperti sampah, kemacetan, fasilitas umum yang rusak, pencegahan banjir, dan parkir liar yang mencapai 60 persen dari total laporan.

 

2 of 2

Dukungan GSM Association

Pemkot Makassar telah menyiapkan sekitar dua ratus orang tim Quick Response di 15 kecamatan dan 153 kelurahan di kota Makassar untuk menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat dan akan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Adapun Qlue mendapatkan dukungan dari GSM Association (GSMA) untuk fokus mengembangkan solusi smart city di tiga kota, yaitu Makassar, Kupang, dan Bandung. Qlue siap mempercepat penerapan smart city di Makassar dengan berbagai solusi teknologi mulai dari QlueDashboard, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis berbasis kecerdasan buatan hingga QlueWork untuk meningkatkan koordinasi antarinstansi.

Sepanjang Januari hingga September 2019, Qlue mengklaim telah menerima sekitar 88 ribu laporan dari 20 kota di Indonesia. Sekitar 90 persen dia antaranya telah ditindaklanjuti oleh pemerintah dan dinas terkait.

"Qlue membantu berbagai kota di Indonesia untuk semakin cepat dan responsif dalam menerima laporan warga. Qlue juga membantu untuk memetakan potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard," kata Founder & CEO Qlue Rama Aditya.

Qlue, lanjut Rama, membantu Pemkot Makassar untuk "mengumpulkan dan memvisualisasikan semua data dalam QlueDashboard yang akan memudahkan Pemkot Makassar untuk merumuskan kebijakan dalam pembangunan kota".

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓