Kemkominfo Akan Bangun 3.447 BTS untuk Dukung Smart City pada 2020

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 06 Nov 2019, 13:50 WIB

Diperbarui 06 Nov 2019, 14:17 WIB

Menkominfo Johnny G. Plate berfoto bersama Wali Kota dan Kabupaten yang menerapkan konsep smart city di seluruh Indonesia dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendukung penuh gerakan smart city di seluruh Indonesia. Menkominfo Johnny G. Plate menyebut, salah satu dukungannya adalah dengan pembangunan 3.447 BTS pada 2020.

Hal ini dilakukan karena ia yakin, melalui penambahan infrastruktur digital, ke depannya bakal makin banyak kota atau kabupaten yang menerapkan konsep smart city.

Untuk itu Kemkominfo bakal membangun lebih banyak infrastruktur pendukung, dalam hal ini pembangunan BTS dan persiapan peluncuran satelit multifungsi.

"Bagian Kemkominfo terkait infrastrukturnya. Di samping yang sudah ada (existing), Kemkominfo sudah lakukan pembangunan backbone serat optik Palapa Ring, juga membangun BTS di wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Untuk BTS, rencananya akan bangun 5.000, sekarang sudah ada 1.500 BTS dan pada 2020 rencananya ada 3.447 BTS lagi," kata Johnny di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Di samping itu, Johnny memperkirakan pada 2021 atau paling lambat 2022, pemerintah sudah meluncurkan satelit multifungsi (high throuput satellite).

"Sehingga pada 2024, satelit bisa berfungsi," ucapnya menambahkan.

 

2 of 3

Smart City Berkembang Dinamis

Menkominfo Johnny G. Plate berfoto bersama Wali Kota dan Kabupaten yang menerapkan konsep smart city di seluruh Indonesia dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).
Menkominfo Johnny G. Plate berfoto bersama Wali Kota dan Kabupaten yang menerapkan konsep smart city di seluruh Indonesia dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W).

Soal smart city, Johnny mengaku pemerintah kini tidak lagi menargetkan berapa jumlah smart city yang akan muncul pada 2020.

Pasalnya, kota cerdas berkembang secara dinamis, seiring dengan perkembangan infrastruktur di setiap kota dan kabupaten.

"Kota cerdas itu berkembang secara dinamis, jadi tidak ada kata selesai. Yang ada hanyalah perbaikan-perbaikan, sehingga yang kami lakukan adalah evaluasi perkembangan," tutur dia.

 

3 of 3

100 Smart City

Smart City
Ilustrasi Smart City (Doc: Fastcompany.net)

Menurut menteri yang merupakan politikus partai Nasdem itu, saat ini sudah ada sekitar 100 smart city di kota dan kabupaten seluruh Indonesia dari pulau Jawa, Sumatera, sampai ke Papua.

Misalnya, pada 2017 Kemkominfo mencatat sudah ada 25 kota/kabupaten smart city. Kemudian, pada 2018 ada 50 kota/kabupaten yang menerapkan konsep smart city. Selanjutnya tahun ini, ada 25 kota/kabupaten yang bertransformasi jadi smart city.

Ia menyebut, pekerjaan pemerintah masih banyak untuk mendukung smart city. Pasalnya, masih ada 400 kota/kabupaten yang belum menerapkan konsep smart city.

"Dibutuhkan kolaborasi, kita bergerak bersama untuk itu," ujarnya.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓