Mi Note 10 Meluncur di Spanyol 6 November

Oleh Andina Librianty pada 06 Nov 2019, 10:30 WIB

Diperbarui 06 Nov 2019, 11:16 WIB

Kantor Xiaomi di Maofanglu Road, Beijing. Tempat Vice President International Xiaomi Hugo Barra beraktivitas. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi akan mengumumkan Mi Note 10 pada 6 November 2019 di Eropa. Acara pengumumannya akan diadakan di Madrid, Spanyol, dan direncanakan mulai pukul 11.30 waktu setempat.

Dilansir Gizmochina, Rabu (6/11/2019), Xiaomi mengungkapkan soal kehadiran Mi Note 10 di Twitter. Pada twit Xiaomi tersebut terdapat keterangan #MiNote10.

"Selamat datang di era baru kamera smartphone. Bergabunglah ke acara kami untuk mengumumkan kamera penta 108MP pertama di dunia. Terus saksikan #DareToDiscover dengan #MiNote10," tulis Xiaomi.

Mi Note 10 dilaporkan memiliki lima kamera belakang. Rincian spesifikasi yaitu resolusi 108MP sebagai kamera utama, lalu 2MP untuk super macro, 20MP ultra wide-angle, 12MP untuk portrait, dan 5MP yang bisa melakukan hingga 50x zoom.

Smartphone ini diprediksi memiliki layar OLED 6,47 inci dengan resolusi full HD+. Spesifikasi lainnya termasuk prosesor Snapdragon 730G, RAM 8GB, baterai 5.260 mAh, dan dukungan fast charging 30W. Selain itu juga diperkirakan memiliki sensor sidik jari di dalam layar.

2 of 2

Xiaomi Bakal Banjiri Pasar Smartphone 5G Tahun Depan

Logo Xiaomi
Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Lebih lanjut, Xiaomi akan meramaikan pasar smartphone 5G pada tahun depan. Tak tanggung-tanggung, perusahaan asal Tiongkok itu berencana merilis sepuluh smartphone 5G.

Tidak semua smartphone tersebut akan menyasar segmen flagship, karena beberapa di antaranya juga disiapkan untuk kelas menengah. Xiaomi meyakini smartphone 4G tidak akan lagi kompetitif pada tahun depan.

CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan rencana itu di World Internet Conference di Wuzhen, Tiongkok. Ia juga mendesak perusahaan telekomunikasi untuk mempercepat ekspansi 5G mereka.

"Orang-orang di industri (smartphone) khawatir model 4G pada tahun depan tidak lagi menjual," ungkap Lei.

(Din/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓