Jutaan Data Pengguna dan Camgirl di Sejumlah Situs Dewasa Terekspos

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 04 Nov 2019, 18:00 WIB

Diperbarui 04 Nov 2019, 18:21 WIB

Takut Dosa, Ini Cara Blokir Situs Dewasa di Smartphone Androidmu

Liputan6.com, Jakarta - Data jutaan pengguna dan camgirl di sejumlah situs dewasa dilaporkan telah terekspos.

Hal ini terjadi setelah perusahaan yang menjalankan situs tersebut gagal memproteksi basis data mereka.

Situs-situs dewasa ini dijalankan oleh VTS Media yakni perusahaan yang bermarkas di Barcelona, Spanyol.

Adapun situs dewasa yang dimaksud antara lain adalah amateur.tv, webcampornoxxx.net, dan placercams.com.

Mengutip laman Tech Crunch, Senin (4/11/2019), kebanyakan pengguna situs itu berbasis di Spanyol dan Eropa. Namun, ada juga pengguna yang berasal dari Amerika Serikat.

Menurut website pemeringkatan trafik, amateur.tv merupakan salah satu situs dewasa terpopuler di Spanyol.

Basis data terekspos ini berisi log harian dari aktivitas situs dan dibiarkan tanpa kata sandi selama berpekan-pekan.

2 of 3

Seluruh Data Pengguna Bobol

Ilustrasi situs porno (AFP Photo)
Ilustrasi situs porno (AFP Photo)

Log itu termasuk catatan terperinci tentang kapan pengguna masuk, nama pengguna, kata sandi, hingga alamat IP untuk mengidentifikasi pengguna.

Log itu juga mencatat pesan obrolan pribadi pengguna dengan pengguna lainnya serta email promosi yang mereka terima dari berbagai situs. Semuanya dalam bentuk teks mentah.

Data yang terekspos juga mengungkapkan, video apa saja yang telah ditonton dan disewa pengguna. Dengan begitu, preferensi seksual pengguna pun terungkap dalam data itu.

Dengan kata lain, seluruh informasi pengguna telah terekspos dan semuanya bisa membuat pengguna teridentifikasi.

Tidak hanya pengguna, data "camgirl" alias pekerja seks yang menayangkan konten seksual ke pada pengguna juga terekspos. Pekan lalu akses terhadap basis data itu telah ditutup.

3 of 3

Masalah Besar

Peneliti di perusahaan keamanan siber Condition:Black John Wethington mengatakan apa yang terjadi merupakan masalah serius.

"Ini merupakan kegagalan serius dari sudut pandang teknis dan kepatuhan. Setelah meninjau kebijakan privasi data dan syarat ketentuan situs, jelas bahwa pengguna mungkin tidak tahu bahwa kegiatan mereka dipantau sedetail ini," kata Wethington.

Ia pun menyarankan pengguna untuk mempertimbangkan implikasi dari kebocoran data mereka.

Eksposur data ini sebenarnya merupakan ketidaksengajaan dari perusahaan yang membiarkan sistem mereka sendiri terbuka untuk siapa saja.

Di antara berbagai situs, situs kencan beberapa kali juga terungkap basis datanya. Hal ini dianggap membahayakan karena situs kencan dianggap memiliki data yang sensitif.

VTS Media pun tidak belum memberikan komentar terkait masalah ini.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓