Nadiem Makarim Lepas Jabatan, Co-CEO Gojek Buka Suara

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 22 Okt 2019, 15:21 WIB
Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo (foto: Gojek).

Liputan6.com, Jakarta - Kedua pimpinan Gojek pengganti Nadiem Makarim, yakni Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo mengeluarkan pernyataan terkait pengunduran diri Nadiem untuk bergabung dalam Kabinet Presiden Joko Widodo.

Mengutip keterangan resmi Gojek, Selasa (22/10/2019), dalam beberapa tahun terakhir, Andre dan Kevin telah menjalankan bisnis Gojek dalam beberapa tahun terakhir, sehingga transisi kepemimpinan ini dipastikan akan berjalan mulus.

"Kami berterima kasih kepada Nadiem atas visinya dan kerjasamanya dengan kami dalam beberapa tahun terakhir untuk menciptakan hal yang menjadi besar dan berdampak luas, lebih dari yang pernah kita bayangkan," kata Kevin dan Andre dalam pernyataan bersama yang diterima Tekno Liputan6.com.

Mewakili Gojek, keduanya merasa terhormat bahwa salah satu founder Gojek telah diminta untuk membantu Presiden Joko Widodo.

"Sehingga Nadiem akan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami menghormati proses yang saat ini sedang berlangsung dan mendoakan yang terbaik untuk Nadiem untuk pengumuman dari Istana Rabu besok," kata keduanya.

Andre dan Kevin menyebut, Nadiem mengundurkan diri dari Gojek setelah sembilan tahun membangun dan membesarkan perusahaan.

"Pencapaian Nadiem Makarim telah menjadi inspirasi bagi setiap orang di Gojek dan dia meninggalkan Gojek ketika masa depan perusahaan ini sangat cerah," katanya.

 

2 of 3

Miliki Lebih dari 2 Juta Mitra Driver

peluncuran Go-Viet
Presiden Jokowi berbincang dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim saat peluncuran aplikasi Go-Viet di Hanoi, Rabu (12/9). Goviet merupakan produk aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam yang berkolaborasi dengan Goje. (Liputan6.com/HO/Biro Pers Setpres)

Sekadar informasi, saat ini Gojek memiliki lebih dari dua juta mitra driver di Asia Tenggara dan lebih dari 400 ribu mitra usaha, yang telah memproses lebih dari dua miliar transaksi per tahun.

"Kami berdua telah menjalankan bisnis Gojek bersama Nadiem untuk beberapa waktu, sehingga pergantian kepemimpinan ini tidak akan berdampak, baik pada keseharian operasional maupun pertumbuhan perusahaan," kata Kevin.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa Andre Soelistyo akan fokus pada strategi korporasi, alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan keuangan.

Sementara Kevin Aluwi akan fokus pada pengembangan produk, strategi pemasaran, pengembangan organisasi dan juga layanan ride-hailing serta pesan-antar makanan.

“Sebagai perusahaan startup berskala besar, kami harus senantiasa siap dengan segala macam perubahan termasuk menyiapkan rencana suksesi di Gojek. Kami telah memiliki rencana yang matang untuk pertumbuhan Gojek ke depan dan didukung oleh talenta terbaik kelas dunia yang telah bergabung bersama Gojek dalam beberapa tahun terakhir," kata keduanya.

 

3 of 3

Terima Kasih Kepada Pemerintah

Nadiem Makarim
CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangan saat tiba di kompleks Istana, Jakarta, Senin (21/10/2109). Kedatangan Nadiem berlangsung jelang pengumuman menteri Kabinet Kerja Jilid II oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mewakili Gojek, keduanya juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mengakui dampak signifikan Gojek.

"Kami sangat menghormati proses di Istana dengan tidak membahas lebih detail sebelum pengumuman besok. Kami harapkan yang terbaik bagi Nadiem menyusul misi penting yang kini diembannya," tutur Kevin dan Andre.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by