Pertama Jualan Smartphone di Online Platfom, Advan Akui Deg-degan

Oleh Yuslianson pada 11 Okt 2019, 11:30 WIB
Advan

Liputan6.com, Jakarta - Advan baru saja mengumumkan sekaligus menjual smartphone terbarunya, yakni G3 Pro di pasaran.

Berbeda dari perangkat mobile milik vendor lokal itu sebelumnya, perusahaan menjual unit Advan G3 Pro secara eksklusif di online platform.

Untuk mewujudkan penjualan online eksklusif pertamanya, Advan menggandeng sejumlah layanan e-commerce di Tanah Air, seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Bukalapak.

"Jual online seperti ini merupakan hal baru bagi kami," ujar M. Aria Wahyudi, selaku GM Marketing Advan, saat ditemui Kamis 11 Oktober 2019.

"Biasanya memang kami lebih fokus berjualan smartphone di offline, jadi ada sedikit rasa deg-degan tentunya."

Dia menjelaskan, menjual smartphone di toko fisik itu lebih mudah ketimbang di online platform.

"Kalau offline itu kita hanya perlu mengedukasi masing-masing toko tentang produk kita."

"Sedangkan di online (platform) harus mengedukasi konsumen tentang kemampuan perangkat kami setara dengan produk internasional lainnya di kelas mid-low."

2 of 3

Jadi Insight Penjualan Advan Berikutnya

Advan secara resmi meluncurkan G2 Pro ke pasar Indonesia (Liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Aria juga menyebut, penjualan online ini dapat memberikan insight bagus untuk smartphone Advan di masa mendatang.

"Dengan data yang didapat dari penjualan di e-commerce, (strategi) ke depannya bisa enak, kita bisa olah data tersebut dan memadukan penjualan offline dengan online untuk produk selanjutnya."

 

3 of 3

Banyak yang Tertarik

Tampilan Advan G3 Pro yang baru saja meluncur di Indonesia (sumber: istimewa)

Lebih lanjut, Aria mengakui banyak layanan e-commerce yang tertarik menjual smartphone baru Advan.

"Banyak yang ingin gelar flash sale untuk seri saat ini, tapi kita harus hati-hati agar tidak overlapping. Harus liat model seperti apa metode penjualannya," ucapnya.

Melihat animo masyarakat terhadap Advan G3 Pro, Aria menyebut unit yang dijual secara online lebih banyak ketimbang di toko-toko.

"Lebih banyak di online, tapi saya tidak bisa sebut angka pastinya."

Aria hanya mengatakan, penjualan offline masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar di Advan.

"Lebih dari lima puluh persen, sisanya itu jualan di online," pungkasnya.

(Ysl/Why)

Lanjutkan Membaca ↓