Niantic Labs Blokir Gamer yang Main Pokemon Go Pakai Xiaomi, Ada Apa?

Oleh Agustinus Mario Damar pada 30 Sep 2019, 13:00 WIB
Pokemon Go

Liputan6.com, Jakarta - Pokemon Go tak dimungkiri merupakan salah satu judul gim yang masih banyak dimainkan hingga saat ini. Karenanya, informasi mengenai gim ini masih banyak dibagikan di internet.

Terbaru, ada sejumlah laporan dari pengguna smartphone Xiaomi mengeluhkan tidak dapat memainkan lagi gim Pokemon Go. Berdasarkan unggahan di forum Reddit, mereka diblokir karena dianggap melanggar aturan Niantic.

Dikutip dari Gizchina, Senin (29/9/2019), tidak tanggung-tanggung, ada beberapa akun yang ditangguhkan hingga 30 hari. Adapun keterangan dari Pokemon Go menjelaskan akun tersebut ditangguhkan karena telah melakukan pelanggaran.

Padahal, para pemain menyebut mereka tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan gim. Dijelaskan lebih lanjut, para pengguna Xiaomi yang ditangguhkan itu disebut telah menggunakan software pihak ketiga yang melanggar ketentuan gim.

"Kami mendorong kamu untuk menghentikan aktivitas ini. Upaya yang terus dilanjutkan akan berdampak pada akun yang ditangguhkan," tulis keterangan dalam Pokemon Go.

Dari beberapa unggahan, masalah ini juga dialami sejumlah perangkat Xiaomi anyar, seperti Redmi Note 7 atau Redmi Note 5. Sayang, hingga sekarang belum diketahui penyebab penangguhan tersebut.

Ada spekulasi yang menyebut sistem di MIUI dianggap sebagai piranti untuk melakukan kecurangan, sehingga pengguna Xiaomi banyak yang ditangguhkan. Namun hingga sekarang, Niantic sendiri belum memberikan pernyataan terkait hal ini.

2 of 3

Pokemon Company Ungkap Gim Baru nan Unik Pokemon Sleep, Apa Itu?

Pokemon Sleep
Pokemon Company bakal luncurkan aplikasi unik yang bisa memonitor pola tidur gamer. (Doc: 9to5mac)

Terlepas dari kabar tersebut, Pokemon Company baru saja mengumumkan sebuah proyek gim yang unik dan baru, yaitu Pokemon Sleep.

Dijelaskan, Pokemon Sleep adalah sebuah aplikasi yang diklaim bakal mengubah tidur menjadi sebuah aktivitas yang menghibur.

Gim ini dijadwalkan bakal meluncur sekitar 2020. Aplikasi ini akan memonitor pola tidur pengguna dan memberikan penghargaan kepada mereka karena tidur.

"Konsep gim ini adalah agar pemain dapat bangun tidur setiap pagi dengan tepat waktu," kata Tsunekazu Ishihara, presiden dan CEO Pokemon Company, sebagaimana dikutip dari Cnet, Kamis(30/5/2019).

Gim ini bakal mengoptimalkan perangkat baru yang dikembangkan oleh Nintendo, yakni Pokemon Go Plus Plus.

Perangkat baru ini mirip Pokeball, tetapi berbentuk cakram dan berfungsi seperti perangkat Pokemon Go Plus dan Pokeball Plus.

3 of 3

Fitur Pokemon Go Plus Plus

Pokemon
Tampilan gim Let's Go Pikachu di Nintendo Switch (sumber: nintendo everything)

Lebih lanjut, Pokemon Go Plus dan Pokeball Plus dapat digunakan untuk menyimpan Pokemon dari gim.

Tak hanya itu, pengguna bakal mendapatkan notifikasi bila sedang dekat dengan Pokestop. Pokemon Go Plus Plus memiliki fungsi berbeda.

Perangkat baru ini berfungsi sebagai perangkat untuk memantau tidur, berkat accelerometer bawaam, dan dapat dihubungkan ke smartphone via Bluetooth.

Aksesori tersebut akan melacak informasi sederhana tentang berapa lama kamu tidur, dan data itu dapat ditransfer ke aplikasi Pokemon Sleep.

Secara garis besar, aplikasi ini sangat mirip dengan perangkat Quality of Life yang dikembangkan Nintendo beberapa tahun lalu.

Pokemon Sleep saat ini dikembangkan oleh Select Button, pengembang gim mobile yang bertanggung jawab membuat gim Pokemon: Magikarp Jump.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓