Bos Gojek Vietnam Mengundurkan Diri

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 23 Sep 2019, 14:44 WIB
Cristy Le

Liputan6.com, Jakarta - Gojek Vietnam yang memiliki nama lokal GoViet mengumumkan manajer umumnya, Christy Le, memutuskan untuk meninggalkan perusahaan. Le diketahui bergabung dengan perusahaan pada April 2019 atau sekitar lima bulan lalu.

Mengutip laman Deal Street Asia, Senin (23/9/2019), Le akan aktif mengundurkan diri mulai bulan depan, tanpa mengumumkan siapa yang bakal mengganti posisinya.

Sekadar informasi, Le diangkat setelah dua orang petinggi, termasuk CEO dan CTO Gojek Vietnam mengundurkan diri.

"Kami selalu bekerja keras untuk menemukan jalan yang dapat disepakati bersama. Namun, kami belum melakukannya dalam hal ini. Kami berharap yang terbaik dalam bisnis di masa depan," kata GoViet, mengomentari kepergian Le dari perusahaan.

Sebelum menjabat sebagai general manager, Christy Le pernah bekerja sebagai County Director Facebook di Vietnam.

Le juga pernah menjadi Chief Operational Officer Misfit, sebuah startup perangkat wearable di yang bermarkas di Silicon Valley.

Misfit merupakan sebuah startup yang didirikan oleh suami Le. Misfit kemudian diakuisisi oleh Fossil Group pada 2015.

 

2 of 3

Gojek Masuk ke Vietnam dengan Nama GoViet

peluncuran Go-Viet
Presiden Jokowi berbincang dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim saat peluncuran aplikasi Go-Viet di Hanoi, Rabu (12/9). Goviet merupakan produk aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam yang berkolaborasi dengan Goje. (Liputan6.com/HO/Biro Pers Setpres)

Sekadar informasi, Gojek memasuki bisnis ojek motor di Vietnam pada Agustus 2018. Goviet mengklaim, mereka telah memiliki 125 ribu mitra pengemudi saat ini.

Belakangan, perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim ini juga menghadirkan layanan pesan antar makanan di Vietnam.

Gojek mengatakan, ketika diluncurkan di Vietnam sebagai GoViet, layanan ini merupakan perusahaan Vietnam dengan dukungan finansial dan teknologi dari startup Indonesia Gojek.

3 of 3

Tumbuh 400 Persen

peluncuran Go-Viet
Presiden Joko Widodo (tengah) menghadiri peluncuran aplikasi Go-Viet digelar di Hotel Melia, Hanoi, Rabu (12/9). Goviet merupakan produk aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam yang berkolaborasi dengan Gojek. (Liputan6.com/HO/Biro Pers Setpres)

Unit lokal menyebut, GoViet telah tumbuh 400 persen setelah beroperasi selama satu tahun.

Saingan terberatnya, Grab, telah mulai merambah Vietnam lebih dulu di tahun 2014 dengan mengucurkan investasi baru di negara itu dengan nilai USD 500 juta untuk memperkuat posisinya.

(Tin/Ysl)

 

Lanjutkan Membaca ↓