Samsung Punya Rencana Gabung Galaxy Note dan Galaxy S?

Oleh Agustinus Mario Damar pada 17 Sep 2019, 15:30 WIB
Galaxy S10 Plus

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun Samsung selalu merilis dua smartphone premium yakni seri Galaxy S dan Galaxy Note. Namun dari rumor yang berkembang baru-baru ini, dua model itu disebut akan dilebur menjadi satu.

Informasi mengenai rencana itu diketahui beberapa waktu lalu dari kicauan Evan Blass, pembocor seputar smartphone terbaru yang cukup dikenal.

Dikutip dari Phone Arena, Selasa (17/9/2019), Evan menuturkan rencana ini diketahuinya dari seorang sumber yang disebut mengetahui perihal rencana penggabungan tersebut.

Untuk sekarang, Samsung memang dikabarkan tengah membahas kemungkinan penggabungan seri Galaxy Note dan Galaxy S. Meski belum dapati dipastikan, ada kemungkinan penggabungan ini baru akan dilakukan di tahun depan.

"Dari diskusi yang ada, tidak sekadar perubahan branding saja (Galaxy Note dan Galaxy S) sebab seri S dan Note hampir mirip. Kemungkinannya adalah menjadikan dua model itu menjadi satu, semisal seri S dengan S-Pen," tulis akun @evleaks.

Di sisi lain, Samsung merasa penerimaan Galaxy Fold ternyata cukup baik dan optimistis terhadap perkembangan smartphone itu. Karenanya, perusahaan asal Korea Selatan itu berencana untuk menghadirkan Fold generasi kedua.

Oleh sebab itu, Galaxy Fold digadang-gadang akan menjadi pengganti seri Note yang ada saat ini. Kendati demikian, seluruh informasi ini masih sebatas rumor, sehingga perlu menunggu informasi resmi dari Samsung.

2 of 3

Bukan yang Pertama

Samsung
Tampilan sensor sidik jari di layar Samsung Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/Andina Librianty

Perlu diketahui, ini bukan kali pertama kabar mengenai rencana penggabungan Galaxy Note dan Galaxy S. Kabar ini pernah terdengar pada tahun lalu. 

Ketika itu, penggabungan nantinya dilakukan untuk varian Galaxy S Plus, bukan Galaxy S biasa. Seperti biasa, Galaxy S Plus biasanya hadir dengan ukuran layar lebih besar dari Galaxy S reguler. Sementara model Galaxy Note biasanya memiliki ukuran tidak jauh berbeda.

The Bell melaporkan penggabungan ini diinisiasi oleh divisi mobile Samsung sendiri. Dikutip dari NDTV, rencananya penggabungan ini akan diterapkan usai peluncuran flagship smartphone Galaxy S10.

Dengan demikian, Galaxy S10 nantinya akan menjadi model terakhir yang mengusung embel-embel Plus. Pertimbangan lain penggabungan ini karena kedua model biasanya juga mengusung spesifikasi serupa.

3 of 3

Baru Rilis, Galaxy Fold Terjual Habis dalam Hitungan Jam

Galaxy Fold
Galaxy Fold. (Doc: Samsung)

Untuk diketahui, saat penjualan perdana Galaxy Fold, smartphone layar lipat ini memang dilaporkan mendapatkan tanggapan positif. 

Bahkan, penjualan smartphone ini laris manis. Berdasarkan laporan The Korea Herald, tiga operator yang menjual produk ini mengaku sudah kehabisan stok dalam hitungan jam setelah dijual.

Sayang, tidak disebutkan jumlah unit yang ditawarkan oleh masing-masing operator tersebut. Namun, sejumlah analis menyebut Samsung setidaknya menyiapkan seribu unit dalam penjualan tahap perdana ini.

Perlu diketahui, jumlah itu hanya dari penjualan operator saja, belum penjualan dari situs dan toko resmi Samsung. Adapun Galaxy Fold ini dilepas dengan harga USD 2.014 atau sekitar Rp 28 juta.

Uniknya, para operator itu juga merilis demografi para pembeli Galaxy Fold. Hasil menujukkan pembeli pertama Galaxy Fold didominasi pria (90 persen) dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun.

Penjualan tahap kedua sendiri direncanakan dimulai pada 18 September 2019. Untuk itu, menarik menunggu respon pengguna mengenai Galaxy Fold setelah resmi dijual ke publik.

Sekadar informasi, sampel Galaxy Fold sebelumnya sempat ditarik dari sejumlah reviewer teknologi dan ditunda penjualannya karena masalah teknis. Karenanya, penjualan perdana ini produk ini baru dilakukan pekan kemarin.

(Dam/Why)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by