Dukung Industri 4.0, BaBe Gelar Forum Konten Generasi Baru

Oleh Iskandar pada 13 Sep 2019, 18:00 WIB
Forum Konten Generasi Baru

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi berita aggregator, Baca Berita (BaBe), menggelar Forum Konten Generasi Baru di Jakarta. Kegiatan ini merupakan upaya BaBe mendukung janji pemerintah dalam memajukan kesiapan negara untuk Revolusi Industri Keempat (Industri 4.0).

Forum ini menawarkan serangkaian diskusi dan pelatihan serta wawasan yang menampilkan para pakar berbagi tentang berbagai aspek digital untuk lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil (CSOs).

Pada acara yang digelar belum lama ini BaBe mempresentasikan sebuah forum diskusi dan pelatihan dengan tema bertajuk "Improving the Effectiveness of Digital Communication in Public Relations: Delivering Information through Appropriate, Targeted Contents”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pembicara dari Staf Khusus untuk Presiden Indonesia, Asosiasi Hubungan Masyarakat Indonesia, dan pakar komunikasi digital dari Universitas Indonesia.

Indira Melik selaku Head of Content Operation BaBe mengatakan perusahaan terus berusaha untuk memberikan informasi, mendidik, dan menghibur orang Indonesia.

"Melalui Forum Konten Generasi Baru ini, kami ingin berkontribusi dalam berbagi wawasan dan memberdayakan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk merangkul teknologi dan berkembangnya kebutuhan di era digital," ujar Indira dalam pernyataannya, Jumat (13/9/2019).

Indonesia dengan mayoritas populasi muda--hampir 60 persen berusia di bawah 30 tahun--dan populasi yang berkembang pada tingkat 2,9 juta per tahun menghadirkan konsumen yang semakin canggih.

 

2 of 2

Internet Mengubah Banyak Hal

Forum Konten Generasi Baru. Dok: BaBe
Forum Konten Generasi Baru. Dok: BaBe

Penelitian We Are Social mencatat bahwa pada awal tahun ini, 56 persen orang Indonesia adalah pengguna internet.

"Internet telah mengubah banyak hal, dan pada sektor komunikasi mengubah ekosistem komunikasi publik. Dengan ini perusahaan, institusi, organisasi, kelompok, keluarga dan individu harus beradaptasi dengan memulai eksistensi mereka, dan mewujudkan diri sebagai penghasil konten,” kata Dr. Ir. Firman Kurniawan Sujono, M.Si.

Acara ini juga turut dihadiri oleh banyak profesional dan pegiat hubungan masyarakat dari lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

Benny S Butarbutar dari Asosiasi Hubungan Masyarakat (Perhumas) menuturkan dengan kemajuan teknologi dan internet membuat informasi dari seluruh dunia menjadi terhubung.

"Kita merasa sudah banyak tahu segala hal, pada kenyataannya tidak. Hal ini juga membawa ketidakpastian dalam dunia informasi, maka dari itu Public Relations semakin dibutuhkan. PR kini harus mejadi kreator, konseptor, mediator, dan problem solver pada saat bersamaan,” kata Benny.

(Isk/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓