Industri Perbankan Harus Gesit dan Inovatif di Era Digital

Oleh Iskandar pada 13 Sep 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 13 Sep 2019, 20:16 WIB
Industri perbankan di era digital

Liputan6.com, Jakarta - Di era digital saat ini, industri perbankan dinilai harus gesit, inovatif, dan fokus pada nasabahnya.

Ketika bank melakukan transformasi, mereka harus menjadi bank unggulan melalui inovasi dan pertumbuhan. Dalam hal ini konektivitas jaringan merupakan salah satu bidang utama yang diidentifikasi untuk melakukan transformasi.

Perubahannya harus dilakukan dengan merombak infrastruktur WAN yang lama dan arsitektur kaku agar dapat menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan untuk peningkatan pengalaman nasabah.

Country General Manager Dimension Data Indonesia, Hendra Lesmana mengatakan untuk melakukan hal tersebut mereka harus memanfaatkan solusi kinerja tinggi.

"Tujuannya agar mereka dapat dengan cepat beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan pasar yang selalu berubah," ujar Hendra dalam pernyataannya, Jumat (13/9/2019).

Baru-baru ini perusahaan layanan teknologi global, NTT Ltd., yang merupakan bagian dari Dimension Data ditunjuk untuk mengimplementasikan SD-WAN oleh sebuah bank Asia terkemuka di Indonesia.

NTT bertugas untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth jaringan yang ada, meningkatkan kinerja aplikasi kritis, dan meningkatkan visibilitas jaringan di lebih dari 120 cabang.

Solusi yang diusulkan mencakup SD-WAN yang menggunakan tautan Multiprotocol Label Switching (MPLS), di mana sepenuhnya redundan dengan koneksi aktif.

2 of 2

Waktu Respons Lebih Cepat

Hal ini dilakukan untuk memastikan terjadinya waktu respons yang lebih cepat untuk produktivitas dan kualitas layanan ke jaringan cabang, seiring dengan pengurangan biaya operasipnal hingga 50 persen.

Solusi yang diberikan juga mencakup penerapan Kualitas Layanan (QoS) untuk meningkatkan kualitas Voice over IP (VoIP) di setiap cabang sehingga terjadi pengurangan upaya administrasi hingga 50 persen.

Pada saat yang sama, solusi ini pun memastikan bahwa aplikasi kritis dapat didefinisikan, diprioritaskan dan diproses dengan minimalisir gangguan, laten, dan kerugian. Dengan demikian, peningkatan kinerja aplikasi dapat didongkrak sebesar 10 persen.

Dengan visibilitas granular dari lalu lintas jaringan yang ada di semua cabang, anomali lalu lintas serta perilaku pengguna juga dapat dipantau dengan lebih cermat dan segera mendapatkan perhatian.

(Isk/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by