Polemik Beasiswa Bulu Tangkis: Ucapan Terima Kasih hingga Nasib Pembibitan Atlet

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 09 Sep 2019, 06:30 WIB
Ilustrasi word cloud yang merepresentasikan kata-kata dengan frekuensi tertinggi dari sampel sebanyak 5834 twit

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini beasiswa bulu tangkis dari Djarum menjadi polemik. KPAI menduga ada unsur eksploitasi anak-anak di balik beasiswa tersebut. Dalam hal ini, KPAI tidak sendirian, melainkan bersama Yayasan Lentera Anak.

Di akun Twitter resminya, Yayasan Lentera Anak menuliskan utas tentang dugaan eksploitasi anak itu pada 8 Agustus 2019 silam.

"Sejak 2006, Djarum menggelar audisi beasiswa bagi anak-anak untuk mendapatkan pelatihan bulu tangkis. Semula audisi beasiswa ini diperuntukkan bagi remaja usia 15 tahun dan pada tahun 2017 peserta audisi yang dijaring lebih muda lagi mulai di bawah usia 6 tahun," tulis Yayasan Lentera Anak.

Selama audisi berlangsung, kata Yayasan Lentera Anak, "Peserta diharuskan mengenakan kaos dengan tulisan besar "DJARUM" di bagian depan kaos dengan jenis huruf (font) & warna tulisan Djarum sm dgn jenis huruf (font) & warna merek rokok Djarum. Selain itu selama kegiatan berlangsung anak juga terpapar brand image Djarum."

Yayasan Lentera Anak juga menyoroti bahwa "Audisi ini membuat rokok terlihat normal, bukan sebagai produk yang berbahaya bagi kesehatan [...], sehingga jika rokok dipersepsikan sebagai bulu tangkis, mereka akan menerima (persepsi) seperti itu. Sama halnya mereka menyerap Djarum sebagai pemberi beasiswa."

Menyikapi polemik ini, PB Djarum pun menyatakan akan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis mulai 2020. Djarum Foundation selaku induk mengambil langkah tersebut dengan harapan polemik ini mereda.

Hal ini pun menimbulkan pro dan kontra dan banyak yang memperbincangkannya di media sosial terutama Twitter. Oleh sebab itu, kami mencoba untuk membahas topik ini dengan pendekatan linguistik korpus. 

Sebagai sumber data, kami mengumpulkan sampel sebanyak 5.834 twit.

2 of 5

Kata-kata dan Bigram dengan Frekuensi Tertinggi

Sesuai dengan grafik di atas, kata djarum merupakan kata dengan frekuensi tertinggi, diikuti oleh kata anak, yang, pb, kpai, dan seterusnya. Namun, dari data ini kami belum bisa mendapati temuan menarik.

Selanjutnya kami mengekstraksi bigram dengan frekuensi tertinggi dari korpus tersebut. Berikut ini grafiknya.

Dari data di atas, ada beberapa bigram yang menarik untuk diketahui konteks penggunannya, yakni terima kasih, masa depanmimpi anak(-anak), tanggung jawab, dan mengharumkan nama. Kemudian kami mencari tahu bagaimana konteks dari semua bigram tersebut dengan mengecek korpus.

Ada dua konteks pemakaian bigram terima kasih yang kami temukan. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa contoh berikut ini:

terima kasih sudah menghancurnkan mimpi banyak anak.. lentera itu skrg meredup

asyik. berapa lama lagi sebelum kita punya kenangan bahwa indonesia pernah punya pembibitan bulutangkis berprestasi? terima kasih @kpai_official melindungi anak-anak indonesia dari mimpi prestasi yang membuai.

terima kasih banyak karna sudah membuat mimpi anak bangsa terhambat dan mungkin terkubur. selamat anda berhasil membuat nasib jutaan anak yg punya mimpi jd pupus

alhamdulillah terima kasih perjuangannya!!! @kpai_official @lenteraanak_ yak abis ini mending pada casting sinetron !

anakku belom masuk djarum kok udh pamit aja but terima kasih pb djarum telah melahirkan atlet atlet hebat

dan teruntuk pb djarum terima kasih atas kontribusinya selama ini di dunia badminton, msh sedih sebenernya krn keputusan itu tapi apa boleh dikata

djarum mengalah untuk menang, terima kasih pb djarum!

Mengacu pada beberapa twit di atas, dapat dipahami bahwa ada ucapan terima kasih riil untuk Djarum dan ucapan terima kasih sindiran untuk KPAI dan Lentera Anak. 

masa depan

@kpai_official goblok! puas kalian hancurin pembibitan atlit-atlit di masa depan? kalo di masa depan bulutangkis indonesia tidak lagi berjaya, kpai dan sjw sampah lah penyebabnya ya

selamat... sdh menghancurkan masa depan bulu tangkis indonesia, i hope you're happy

aneh2 aja ya mbak.. lentera anak tp memadamkan cita cita dan masa depan anak indonesia

di luar negeri anak usia belia sudah dididik untuk masa depan, lah kpai malah melarang karna dianggap eksploitasi anak.. go to hell @kpai_official lembaga pembunuh generasi muda..

lalu bagaimana dengan nasib masa depan bulu tangkis indonesia

selamat kpai berhasil menghancurkan masa depan bulutangkis

djarum tidak rugi sedikitpun dengan menghentikan audisinya. indonesia lah yg rugi. selamat kpai atas keberhasilan mematikan impian ribuan anak berbakat indonesia. bila di masa depan kita kehilangan juara2 bulutangkis, kita semua tahu siapa yg harus disalahkan #terimakasihpbdjarum

djarum udh pamit, ohiya jangan cuma protes tanpa solusi yah, tahun depan kalian yang bikin kan? dan dana kalian yang tanggung? jangan minta dari pemerintah yah, djarum aja ga minta

Bigram masa depan banyak didapati pada twit yang menyatakan keresahan warganet terkait nasib bulu tangkis Indonesia ke depannya.

Twit-twit tersebut juga dapat dimaknai sebagai ketidakpercayaan warganet terhadap pihak selain Djarum dalam menyiapkan atlet bulu tangkis. Dengan kata lain, warganet berpandangan bahwa untuk saat ini Djarum merupakan penyelenggara program pembibitan atlet bulu tangkis yang terbukti berhasil.

Maka, seandainya ada pihak yang menggantikan peran Djarum dalam menyelenggarakan pembibitan atlet bulu tangkis, secara tidak langsung ia diharapkan dapat sebaik Djarum dalam menjalankan peran itu. 

3 of 5

Mimpi Anak, Tanggung Jawab dan Mengharumkan Nama

mimpi(-mimpi) anak(-anak)

dan mimpi anak" indonesia di hancurkan oleh 2 kelompok ini...

anak" gak semudah itu mencoba rokok gara" tulisan. merokok itu faktor lingkungan, percuma kalo misal ayahnya merokok! gak ada kaitannya sama baju pb djarum badminton club yg buat anak merokok! langkah kaliah berhasil mengubur berjuta mimpi anak indonesia jadi atlet berprestasi

bacot! kalian malah matiin mimpi anak2 yg harusnya berkesempatan ngewujudin mimpinya. kalian bacot doang tapi ga kasih solusi kalo emang menurut kalian eksploitasi.

coba buat beasiswa kaya pb djarum wujudin mimpi anak indonesia di bidang olahraga, saya tunggu untuk menghasilkan 1 kevin sanjaya saja yang sekarang jadi salah satu atlet berprestasi yg mampu mengharumkan nama indonesia di kancah dunia yg awalnya berasal dari audisi pb djarum...

Beberapa contoh twit di atas menunjukkan kegelisahan bahwa mimpi (sebagian) anak-anak Indonesia untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional dan berprestasi tidak akan terwujud tanpa pembinaan dari beasiswa bulu tangkis Djarum.

tanggung jawab

@kpai_official & @lenteraanak_ kalian yg paling bertanggung jawab klo prestasi bulutangkis indonesia merosot !!!!!

@kpai_official sama @lenteraanak_ yg paling bertanggung jawab jika ini memang benar. ingat klo ke depan bulu tangkis kurang atlet jangan ngilang.

catat kpai. kalo prestasi bulutangkis kedepan bobrok, kpai harus bertanggung jawab.

kalo badminton ga juara lagi, tanggung jawab ente @kpai_official

Bigram tanggung jawab merujuk pada pendapat warganet yang menilai KPAI dan Lentera Anak mulai saat ini bertanggung jawab atas prestasi bulu tangkis Indonesia. Konteksnya agak senada dengan bigram masa depan.

mengharumkan nama

big thanks to @pbdjarum , karya anda bertahun2 sdh pernah mengharumkan nama bangsa ini, skali lg makasih.. utk yg kpai silahkan tes urin dulu deh, jangan2 lg pada mabok tuh staf2nya.

djarum ke bulutangkis ina itungannya hibah dana...... feedback-nya ga dlm bentuk materi, apalagi promosi...... harapannya cuma mengharumkan nama bangsa. kalo diitung2 ya pasti rugi anggaran...... siapa jg si atlet yg merokok. jangankan make produknya. main iklan rokok jg gak.....

eksploitasi? haha jadi sumbangsih yayasan yg sok sok an kritis bagi negara apa? pb djarum sudah banyak mengharumkan nama bangsa lewat atlet² nya. jangan² nanti bakal ada atlet naturalisasi di badminton hadeehh

makasih pb djarum yang udah nyediain beasiswa untuk anak-anak yang bermimpi besar sehingga bisa mengharumkan nama indonesia. hasil "eksploitasi" yang dibilang sama mereka udah bisa mengharumkan nama indonesia :)

Terakhir, bigram mengharumkan nama merepresentasikan apresiasi warganet terhadap Djarum yang dianggap telah berjasa dalam mencetak atlet bulu tangkis profesional yang mengharumkan nama Indonesia di dunia. Konteks bigram ini selaras dengan bigram terima kasih.

Secara keseluruhan, bisa dikatakan bahwa kebanyakan tanggapan warganet kepada KPAI bernada negatif dan menuding lembaga itu mematikan pembibitan atlet bulu tangkis di Indonesia. Sebaliknya, twit warganet kepada Djarum cenderung positif.

Namun, jauh-jauh hari KPAI telah menyangkalnya dan menyampaikan klarifikasi. Meskipun demikian, warganet seolah tidak menggubris klarifikasi itu.

4 of 5

Klarifikasi KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menyampaikan klarifikasi mengenai pernyataan mereka terkait keinginan agar perusahaan rokok tidak mengeksploitasi anak lewat audisi bulu tangkis.

Dalam rilis yang diterima Health Liputan6.com pada Senin (19/8/2019), Komisioner Bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty menyatakan bahwa narasi yang beredar di masyarakat menyimpang dari apa yang ingin mereka sampaikan sesungguhnya.

"Dalam narasi-narasi yang salah tersebut, disuarakan bahwa KPAI bermaksud membuat bulutangkis di Indonesia mati," kata Sitti dalam pernyataan resminya.

KPAI memberikan klarifikasi bahwa yang mereka maksud adalah agar perusahaan tersebut menghentikan eksploitasi anak pada audisi badminton yang mengharuskan anak memakai kaos dengan tulisan yang identik pada merek serta brand image produk rokok.

Sitti mengatakan bahwa KPAI tidak meminta lembaga pelatihan tersebut untuk menghentikan audisi bulutangkis.

"Dengan catatan tidak menyertakan anak-anak dengan identitas dan brand image baik melalui company image dan colour image yang memiliki kesamaan pokok, untuk mempromosikan image perusahaan maupun image produk dalam audisi tersebut," kata Sitti.

5 of 5

Alasan PB Djarum Setop Audisi

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan pihaknya tidak mendapat tekanan sehingga harus menghentikan audisi.

"Tekanan sih tidak ada, cuma kita di posisi terombang-ambing. Ini nggak boleh, itu nggak boleh. Tak ada kepastian. Akhirnya kita memastikan sendiri," katanya kepada media lewat sambungan telepon, Minggu (8/9/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, Djarum Foundation sudah mengikuti permintaan yang diminta KPAI. "Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kami menurunkannya," tutur Yoppy.

"Kedua, kaus yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya. Mereka akan memakai kaus asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kami sudah memutuskannya, tidak ada deal-deal-an lagi, diterima atau tidak, kami sudah memutuskan seperti itu," tegas Yoppy.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓