Facebook Perbarui Pengaturan Teknologi Pengenalan Wajah

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 06 Sep 2019, 13:52 WIB
Ilustrasi Pengenalan Wajah.

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi pengenalan wajah atau face recognition tengah menjadi tren belakangan ini. Teknologi ini antara lain dapat menggantikan fungsi kunci layar, PIN atau sidik jari ketika mengakses smartphone.

Facebook punya cara lain untuk menerapkan metode ini. Jejaring sosial terbesar dunia itu menerapkan pengenalan wajah untuk rekomendasi menandai foto penggunanya (photo tag) secara otomatis.

Lebih jauh, Facebook memperluas cakupan penggunaan teknologi ini untuk melindungi identitas penggunannya.

Hal ini menuai pro dan kontra terkait privasi, tetapi Facebook mengklaim perusahaan selalu memberi penggunanya kontrol apakah perusahaan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengenalinya di foto. Terkini, Facebook memperbarui kebijakan soal teknologi ini.

"Mulai hari ini, orang-orang yang baru bergabung dengan Facebook atau yang sebelumnya memiliki pengaturan rekomendasi photo tag, akan memiliki pengaturan pengenalan wajah dan akan menerima informasi tentang cara kerjanya," kata Srinivas Narayanan, Applied Research Lead, Facebook AI, dikutip dari pernyataannya, Jumat (6/9/2019).

"Pengaturan rekomendasi photo tag berbasis teknologi pengenalan wajah yang memungkinkan perusahaan menyarankan teman Anda menandai Anda pada foto atau video tidak akan lagi tersedia," tutur Srinivas.

2 of 2

Privasi

Dengan demikian, bagi para pengguna yang masih memiliki rekomendasi photo tag, mereka akan melihat pemberitahuan di News Feed.

Pemberitahuan itu mencakup informasi tentang fitur dan opsi baru untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan menggunakan teknologi pengenalan wajah, bersama dengan tombol untuk menyalakannya atau mematikannya.

"Kami terus terlibat dengan pakar privasi, akademisi, regulator, dan orang-orang di Facebook tentang bagaimana kami menggunakan pengenalan wajah dan opsi yang pengguna punya untuk mengontrolnya," ujar Srinivas.

Perusahaan, lanjut Srinivas, telah mengambil sejumah langkah untuk memperbarui pengaturan pengguna lebih jelas, sehingga "Pengguna dapat memilih untuk mematikan pengaturan langsung di pemberitahuan, ketimbang harus masuk ke layar terpisah". 

(Why/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓