Lagi, Asteroid Besar Bakal Lintasi Bumi

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 23 Agu 2019, 07:30 WIB
Diperbarui 17 Sep 2019, 17:05 WIB
Ilustrasi Asteroid

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, ahli astronomi mendapati sejumlah asteroid tengah melintas Bumi. Batuan luar angkasa ini melintas dengan jarak yang dianggap sangat dekat dengan Bumi.

Saking dekatnya, sejumlah asteroid sempat disebut sebagai "planet killer". Pasalnya, jika sampai menabrak Bumi, asteroid ini bisa menimbulkan potensi bahaya.

Mengutip BGR, Jumat (23/8/2019), sebuah asteroid dengan ukuran satu mil tengah melaju di dekat Bumi. Asteroid ini diprediksi akan melintas dengan Bumi pada September nanti.

Hal ini cukup mengagetkan, tetapi lagi-lagi Bumi masih dilindungi karena batu angkasa itu tak akan menabrak Bumi.

Sekadar informasi, objek asteroid tersebut dikenal dengan 467317 dan nama lainnya adalah 2000 QW7. Asteroid ini memiliki lebar antara 3.000 kaki hingga satu setengah mil, yang menjadikannya sebagai salah satu batu angkasa yang menakutkan jika sampai menghantam Bumi.

2 of 3

Hanya Melintas

Asteroid (0)
Ilustrasi lintasan asteroid menuju Bumi. (Sumber Pixabay)

Berita baiknya, sampai saat ini penghuni Bumi tidak perlu khawatir dengan asteroid 2000 QW7. Asteroid ini diperkirakan hanya akan melintas dengan jarak tiga juta mil dari Bumi.

Mungkin jika dibayangkan secara matematis, jarak tersebut dianggap cukup jauh, tetapi bicara sebuah benda angkasa yang melintas dengan kecepatan tinggi, jarak tersebut bisa dikategorikan dekat dengan Bumi.

NASA bahkan menganggap asteroid 2000QW7 sebagai objek yang berpotensi bahaya bagi Bumi.

Asteroid ini tidak menjadi ancaman selama jarak terdekatnya dengan Bumi pada 14 September mendatang. Setelah itu, asteroid tersebut tidak akan lagi terlihat dari Bumi.

Berdasarkan pengamatan para peneliti terhadap orbit asteroid 2000 QW7, batuan langit itu tidak akan lagi datang mendekat Bumi hingga Oktober 2038.

3 of 3

Ilmuwan Cari Cara Selamatkan Bumi dari Hantaman Asteroid

Hayabusa2
Pesawat ruang angkasa Hayabusa2 milik lebaga antariksa Jepang, JAXA, telah mempelajari asteroid Ryugu sedekat 3.000 kaki (900 meter) sejak Juni lalu. (Foto: JAXA)

Sebelumnya, guna melindungi Bumi dari hantaman asteroid di masa depan, para ilmuwan di seluruh dunia disebut-sebut tengah mengerjakan rencana penyelamatan Bumi dari dampak asteroid yang menghancurkan.

Sampai saat ini, studi yang dilakukan masih sebatas teori dan belum teruji soal keberhasilannya. Ke depannya, pertahanan planet akan menjadi prioritas bagi para ilmuwan.

Dengan banyaknya asteroid yang melintas dekat Bumi, ilmuwan menyebut, Bumi butuh semacam sistem pertahanan diri dari benda-benda luar angkasa.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓