Kaesang Resmi Bergabung dengan Genflix Aerowolf

Oleh Agustinus Mario Damar pada 21 Agu 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 05 Sep 2019, 16:10 WIB
Kaesang Pangarep

Liputan6.com, Jakarta - Tim esports profesional, Genflix Aerowolf, resmi meminang Kaesang Pangarep sebagai pemain kesepuluh. Hal itu diumumkan melalui konferensi pers yang digelar minggu lalu.

"Genflix Aerowolf yang meminang saya. Dari dulu, saya main gim walaupun gak jago. Jadi, sangat bangga ketika ada tim pro yang mau mengajak saya gabung," tutur Kaesang dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (21/8/2019).

Menurut Head of Esports Development Genflix, Hutama Prastika, keputusan merekrut Kaesang ini tidak sekadar karena sosoknya sebagai putra bungsu Presiden Joko Widodo. Namun, Kaesang memang dikenal sebagai seorang gamer sekaligus kreator konten gim.

"Tentunya kami ingin memenangkan turnamen esports sampai ke level dunia, tapi visi kami lebih dari ini. Kami ingin industri esports maju dengan melibatkan semua yang passionate di industri ini," tutur pria yang akrab dipanggil Tommy tersebut.

Tidak hanya membantu tim mendulang prestasi, Genflix Aerowolf juga menyebut bergabungnya Kaesang memiliki nilai positif lain, yakni sebagai duta penting esports. Terlebih, dia dikenal memiliki beragam aktivitasi kekinian sekaligus berbisnis.

Jadi, Kaesang dapat memberikan gambaran positif mengenai aktivitas esports dan menekuninya tanpa mengorbankan kegiatan lain dalam keseharian. "Yang benar itu main gim menyambi berbisnis. Selalu ada waktu untuk keduanya, harus seimbang," tutur Kaesang.

Sekadar informasi, perubahan nama Aeroflox menjadi Genflix Aerowolf sejak Mei 2019 memang tidak lepas dari dukungan aplikasi asal Indonesia tersebut. Genflix saat ini memiliki konten khusus yang menayangkan perjuangan para gamer Indonesia di ajang Mobile Legends Franchise League.

"Hadirnya Genflix sebagai partner kami sangat membantu peningkatan exposure dari segi konten dan brand. Platform ini juga menjadi wadah kami dalam membagikan pengalaman dunia esports ke khalayak banyak," tutur Presiden Direktur Aerowolf.

2 of 3

Aerowolf.TeamEight Jadi Wakil Indonesia di APAC Predator League 2019

Asia Pacific Predator League 2019
Tim Indonesia, Aerowolf Team Eight, harus puas menempati peringkat keenam dari 16 tim di grand final PUBG Asia Pacific Predator League 2019. (Bola.com/Rizki Hidayat)

Sebelumnya, tim esports Aerowolf.TeamEight berhasil lolos ke babak grand final Asia Pacific Predator League 2019 di Bangkok, Thailand, pada 15 - 17 Februari 2019.

Pada babak kualifikasi di Jakarta, 27 Januari 2019, pengunjung Mal Taman Anggrek dibuat terkesima dengan tim esports yang bertanding.

Dilansir Bola.com, Rabu (30/1/2019), kedua tim harus berjuang hingga ronde ke-10 karena masing-masing mengoleksi poin tertinggi, yakni 131.

Akumulasi poin tersebut berselisih 20 angka dari sang runner-up, tim Ghost Alliance Ayres.

Sementara, Victim Reality harus puas berada di posisi ke-3 (88 poin) dan Aerowolf.TeamSeven ada peringkat 4 dengan perolehan 79 poin.

3 of 3

Aerowolf.TeamEight vs Ghost Alliance Ayres

Asia Pacific Predator League 2019
Dua suporter Indonesia, Dimas Surya Rizki dan Inez Anandari, memberikan dukungan buat BOOM ID dan Aerowolf Team Eight dalam grand final Asia Pasific Predator League 2019, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand. (Bola.com/Rizki Hidayat)

Pada awal pertandingan, penampilan Aerowolf.TeamEight tak terlalu memukau. Mereka kalah gas dari Ghost Alliance Ayres, yang langsung mengumpulkan 20 poin, berbanding 10 milik tim Aerowolf.TeamEight.

Namun, Aerowolf.TeamEight tampak spektakuler pada ronde 2 dengan mengoleksi 14 kill. Lalu pada ronde 4, Aerowolf.TeamEight kembali mendominasi jalan pertandingan dengan perolehan 11 kill.

Setelah itu, Aerowolf.TeamEight tampil konsisten dan sudah mengirim sinyal juara pada putaran ke-9.

Bagi tim yang diisi Entruv, Arthur, Katou dan Exagonid, kemenangan tersebut membuat mereka berhak atas hadiah sebesar Rp 25 juta.

Nantinya, kala bermain di Asia Pacific Predator League 2019, Aerowolf.TeamEight akan berjibaku demi total hadiah 400 ribu dolar AS atau nyaris Rp 6 miliar.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓