Asteroid Sebesar Piramida Giza Bakal Lintasi Bumi Pada Akhir Agustus

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 12 Agu 2019, 14:00 WIB
Menikmati Mesir Lewat Kemegahan Piramida dan Spinx

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah asteroid atau batuan luar angkasa telah terbang melintasi Bumi.

Terbaru, menurut NASA, asteroid yang akan melintasi Bumi adalah asteroid yang berukuran sebesar Piramida Giza di Mesir atau sekitar 160 meter.

Mengutip laman Dailystar, Senin (12/8/2019), asteroid ini bakal melintasi Bumi pada 28 Agustus 2019. Asteroid ini diberi nama 2019 OU1 oleh astronom penelitinya.

Batu angkasa tersebut merupakan bagian dari asteroid Apollo yang melintas dekat Bumi dan termasuk ke dalam kelompok asteroid yang berpotensi membawa bahaya bagi Bumi.

Sebelumnya, asteroid yang masuk ke atmosfer Bumi--meteor--sampai ke Rusia dan meledakkan kota Chelyabinsk, juga termasuk ke dalam kategori Apollo. Asteroid Apollo diprediksi berasal dari sabuk asteroid utama, tetapi tertarik oleh interaksi gravitasi dengan Jupiter.

Sementara itu, asteroid yang berpotensi membawa bahaya bagi Bumi merupakan hasil klasifikasi NASA terhadap batuan angkasa yang berjarak 0.05 astronomical unit (au) atau sekitar 7,4 juta km, serta diprediksi bisa menyapu Bumi hingga magnitudo 22.

Kembali ke Asteroid 2019 OU1, diperkirakan memiliki jarak 0.00685 au. Angka ini setara dengan dua setengah kali jarak bulan ke Bumi.

2 of 3

Asteroid

Ilustrasi Asteroid
Ilustrasi artis tentang asteroid yang berpotensi berbahaya menuju Bumi. (Kredit: ESA)

Sebelumnya pada bulan lalu, asteroid yang dijuluki "pembunuh kota" dengan ukuran serupa asteroid 2019 OU1 juga melintasi Bumi dengan jarak sangat dekat, yakni seperlima jarak bulan ke Bumi.

Bagian paling menakutkan adalah, batu angkasa bernama Asteroid 2019 OK itu bisa menghantam Bumi dengan kekuatan seeperti bom atom. Parahnya, asteroid ini baru diketahui setelah melewati Bumi.

"Jika diameternya 100 meter, asteroid tersebut akan membuat kawah dengan diameter 1 kilometer dan energi ledakannya akan sama besarnya dengan lima megaton TNT," kata astrofisikawan Prof Kris Stanek.

Selain itu, ia mengatakan, jika asteroid 2019 OK itu menabrak kota Columbus, Ohio, tak akan ada lagi Columbus dan Ohio.

"Jika itu mengenai suatu tempat yang tidak ada apa-apanya, tidak banyak yang akan terjadi. Jika itu menghantam lautan, mungkin akan menimbulkan tsunami yang mengancam kehidupan," tutur dia.

3 of 3

Asteroid Sebesar Eiffel Baru Lintasi Bumi

Visual permukaan asteroid Ryugu berhasil ditangkap oleh robot jelajah Hayagusa2 milik badan antariksa Jepang, JAXA (AFP/JAXA)
Visual permukaan asteroid Ryugu berhasil ditangkap oleh robot jelajah Hayagusa2 milik badan antariksa Jepang, JAXA (AFP/JAXA)

Masih soal asteroid, sebelumnya sebuah asteroid berukuran sebesar Menara Eiffel baru saja melewati Bumi pada Sabtu, 10 Agustus 2019. Asteroid ini melaju dengan kecepatan 10.400 mil per jam.

Mengutip NBC News, Senin (12/8/2019), jarak antara Asteroid dengan Bumi cukup dekat, yakni 4,6 juta mil.

Batu raksasa yang bergerak cepat ini dijuluki QQ23 2006. Jika asteroid ini melintasi lintasan yang berbeda, bisa saja ia menabrak Bumi dengan kekuatan ledakan hingga 500 kali dari bom atom Hiroshima di Jepang, 74 tahun silam.

Melintasnya asteroid 2006 QQ23 ini menjadi pengingat, ada banyak asteroid lain yang mungkin akan melintasi Bumi, bahkan bisa saja bertabrakan.

"Kita bisa saja terkena, namun tidak yakin kapan hal itu terjadi," kata Presiden B612 Foundation Danica Remu, organisasi di California yang bekerja melindungi planet dari asteroid.

Para ahli di bidang astronomi kini dikabarkan tengah membuat teknologi yang mampu membelokkan asteroid besar yang mengarah ke Bumi untuk keluar dari jalur. Namun, hal ini perlu waktu karena ilmuwan perlu tahu kapan asteroid itu melaju, guna mengambil tindakan efektif.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓