Malware Keuangan Serang 430.000 Pengguna selama Paruh Pertama 2019

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 03 Agu 2019, 12:00 WIB

Diperbarui 04 Agu 2019, 18:13 WIB

Ilustrasi Malware

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sekitar 430.000 pengguna terkena malware yang menyasar bidang keuangan, cryptocurrency, dan layanan web-money selama paruh pertama 2019.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, angka serangan ini tujuh persen lebih tinggi.

Selain itu, sekitar 30,9 persen di antara pengguna yang terdampak adalah pengguna dari kalangan korporat. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan paruh pertama 2018 yang mencapai 15,3 persen.

Malware yang menyasar bidang ini paling banyak berupa Trojan. Malware tersebut memiliki kemampuan untuk mencuri uang dan data keuangan.

Email spam dan teknik phising halaman web menjadi metode yang banyak digunakan. Selama paruh pertama 2019, peneliti di Kaspersky telah mendeteksi lebih dari 339.000 serangan phishing dari halaman web yang disamarkan sebagai landing page sebuah bank besar.

 

2 of 2

Tiga Malware Keuangan Terpopuler

Kaspersky juga merilis tiga malware keuangan terpopuler. Diketahui bahwa 40 persen ancaman keuangan terhadap pengguna korporat berasal dari Trojan bernama RTM. Malware ini paling berbahaya bagi bisnis pada tahun 2018.

Malware selanjutnya adalah Trojan Emotetbanking dengan angka 15 persen, yang memasuki perimeter jaringan entitas. Selain itu, malware ini dapat menyebar secara mandiri melalui kerentanan di perangkat dan mengunduh ancaman tambahan ke perangkat korban.

Terakhir, Trickster merupakan malware jenis Trojan yang menyasar pengguna korporat dengan angka 12 persen.

Namun untuk pengguna pribadi, situasinya agak berbeda. Malware Zbot (26 persen) menjadi malware yang paling banyak menyasar pengguna pribadi, yang memiliki kemampuan untuk mencuri kredensial dengan opsi kendali jarak jauh.

Selanjutnya adalah malware RTM dan Emotet--keduanya juga paling banyak menyasar pengguna korporat seperti disebutkan sebelumnya.

Temuan menarik soal RTM adalah pada tahun 2018 hampir seluruh malware tersebut menargetkan korporat, sementara temuan paruh pertama 2019 menunjukkan malware ini sekarang menyerang pengguna pribadi.

(Why/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓