Sukses

Misi Grab Bangun Kantor Pusat Kedua di Jakarta

Kantor pusat kedua Grab rencananya akan menjadi pusat inovasi berbasis penelitian dan pengembangan.

Liputan6.com, Jakarta - Grab akan segera mendapatkan dana segar sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun (asumsi kurs Rp 14.028 per USD 1) dari SoftBank Group Corp. 

Melalui Softbank, Grab berencana bakal membangun kantor pusat kedua di Jakarta. Kantor pusat kedua ini rencananya akan menjadi pusat inovasi berbasis penelitian dan pengembangan serta menjadi pusat operasional GrabFood di seluruh Asia Tenggara.

"Kantor pusat kedua di Jakarta memungkinkan kami untuk melayani kebutuhan Indonesia. Kami berada di posisi yang tepat untuk mendukung realisasi lebih banyak perusahaan berbasis teknologi tinggi dan infrastruktur dari Indonesia," kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata melalui keterangannya, Kamis (1/8/2019).

Kantor pusat kedua ini, Ridzki melanjutkan, membuat Grab semakin mampu melayani kebutuhan unik konsumen di Indonesia.

Kantor ini juga berfokus pada menciptakan solusi yang dapat mendukung pemberdayaan pengusaha kecil, seperti mitra GrabFood, serta agen dan pelanggan Kudo.

Bukan itu saja, kantor pusat kedua Grab juga akan menciptakan ribuan lapangan kerja, khususnya di bidang teknologi, yang kini menjadi incaran bagi para talenta maupun perusahaan di Asia Tenggara.

"Grab menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perekonomian nasional dan semakin berkontribusi bagi masa depan Indonesia karena Grab membawa modal dan banyak peluang masuk ke Indonesia," ujar Ridzki menambahkan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Chairman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son di Istana Merdeka Jakarta. Masayoshi melaporkan rencana untuk menanamkan modal lebih banyak di Indonesia melalui Grab.

Hal ini membuat Jokowi mengakui Grab sebagai unicorn Indonesia terbaru, yang mana memvalidasi upaya perusahaan untuk menjadi lebih gancar lagi di Tanah Air melalui kemitraan dan inisiatif lokal.

Setelah pertemuan itu, Presiden Jokowi melalui akun Instagram @jokowi menceritakan pertemuannya dengan bos SoftBank itu.

"Rupanya Masayoshi Son ingin meningkatkan investasinya di Indonesia di bidang teknologi dan pengembangan unicorn di Indonesia. SoftBank akan membuka kantor pusat kedua Grab di Indonesia, menjadikannya unicorn ke-5 di Indonesia, sementara berinvestasi USD 2 miliar melalui Grab," tulis Jokowi di Instagram.

 

3 dari 3 halaman

Komitmen SoftBank

SoftBank Group Corp akan menyuntikkan dana segar USD 2 miliar atau berkisar Rp 28 triliun (asumsi kurs Rp 14.028 per USD 1) untuk bisnis Grab di Indonesia. Perusahaan menyampaikan rencananya itu kepada pemerintah Indonesia pada Senin (29/7/2019).

"Kami sudah berinvestasi sebesar USD 2 miliar di Indonesia. Akan kembali berinvestasi sebesar USD 2 miliar, Menteri Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan) meminta saya untuk meningkatkan investasi. Jadi saya akan melakukannya," ungkap CEO Softbank Group, Masayoshi Son, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (29/7/2019).

Investasi tersebut termasuk di dalamnya pembangunan kantor pusat keduanya di Indonesia. Namun, sejauh ini belum ditentukan wilayah untuk kantor pusat baru Grab tersebut.

"Kami akan membangun kantor pusat kedua di Indonesia. Selain investasi baru USD 2 miliar melalui Grab, kami akan berinvestasi lebih banyak lagi di Indonesia," tutur Masayoshi.

Ditambahkan Luhut, investasi Softbank untuk Grab di Indonesia kemungkinan juga akan ditambah USD 1 miliar lagi.

Kucuran dana USD 2 miliar merupakan gelombang investasi kedua Softbank untuk Grab di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan konglomerasi tersebut juga telah berinvestasi sebesar USD 2 miliar.

"Sekarang sudah USD 2 miliar, lalu Softbank tambah lagi USD 2 miliar. Namun, Softbank akan menambah lagi bilang ke presiden, mungkin USD 1 miliar. Jadi ada USD 5 miliar dalam lima tahun ke depan," kata Luhut.

Namun untuk tambahan USD 1 miliar ini, pihak Softbank masih akan mengkajinya terlebih dahulu. "Saya akan pelajari dulu," sambung Masayoshi.

(Isk/Ysl)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.