Warganet Beberkan Aplikasi Pinjaman Online Curi Data Gojek, Grab, dan Tokopedia

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 28 Jul 2019, 09:57 WIB
Diperbarui 30 Jul 2019, 09:13 WIB
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Rilis Kasus Fintech Ilegal

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pengguna Facebook dengan akun Niko Tidar Lantang Perkasa mengaku dirinya menemukan hal mengejutkan. Temuan tersebut berupa adanya aplikasi pinjaman online yang database-nya bisa diakses secara publik lantaran tidak menerapkan autentikasi.

Database itu berisi ribuan data pengguna, mulai dari nomor kontak, alamat, nomor kontak kerabat, nomor kartu keluarga, nomor KTP, hingga foto KTP dan selfie pengguna bersama KTP-nya.

Parahnya, berdasarkan hasil tes aplikasi pinjaman online tersebut, akun Niko Tidar Lantang Perkasa juga menyebut, aplikasi pinjaman online itu mampu merekam riwayat perjalanan di aplikasi Gojek dan Grab.

"Aplikasi juga merekam riwayat perjalanan Grab dan Gojek. Saya dapat melihat dengan detail lokasi penjemputan dan tujuan pergi, nomor HP kustomer dan driver, email, saldo Gopay, hingga pelat nomor si driver," tulis Niko Tidar Lantang Perkasa dalam unggahan Facebooknya beberapa waktu lalu.

Niko juga menuliskan, selain mengakses data milik Gojek dan Grab, aplikasi pinjaman online ini juga mengakses riwayat pembelian di Tokopedia.

"Saya dapat melihat barang-barang apa yang dibeli pengguna, harga barang, nama pembeli, nomor HP, email, serta ke mana barang tersebut dikirimkan," kata Niko.

 

2 dari 2 halaman

Tanggapan Tokopedia

Tokopedia
Tokopedia

Menanggapi kasus di atas, Tokopedia melalui Corporate Communications Nuraini Razak mengatakan, Tokopedia tidak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna. 

"Data yang dimaksud adalah data pengguna yang memang bersedia 'memberikan akses untuk mempublikasikan' datanya melalui aplikasi pinjaman uang pihak ketiga yang dimaksud," kata Nuraini dalam keterangan yang diterima Tekno Liputan6.com, Minggu (28/7/2019). 

Saat ini, Tokopedia telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna. 

"Bisnis Tokopedia adalah bisnis reputasi dan kepercayaan, maka kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama dalam bisnis Tokopedia," tutur Nuraini. 

Tekno Liputan6.com telah menghubungi Grab Indonesia terkait masalah ini, namun hingga berita ini ditayangkan, Grab Indonesia belum memberikan jawaban.

(Tin/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓