Samsung Perbaiki Galaxy Fold, Siap Rilis September

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 25 Jul 2019, 16:33 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 16:33 WIB
Galaxy Fold
Perbesar
Galaxy Fold. (Doc: Samsung)

Liputan6.com, Jakarta - Samsung mengumumkan telah membuat sejumlah peningkatan untuk melindungi layar Galaxy Fold. Perusahaan bermarkas di Korea Selatan itu juga menyebut bakal segera menjual smartphone lipatnya.

Empat bulan setelah Samsung menunda penjualan Galaxy Fold, kini perusahaan mengatakan Galaxy Fold akan bisa dijual bulan September tahun ini.

Samsung juga memastikan, harga Galaxy Fold akan tetap sama dengan harganya ketika pertama kali dirilis yakni USD 1.980.

Mengutip laman The Verge, Kamis (25/7/2019), perbaikan Galaxy Fold meliputi beberapa aspek, antara lain lapisan pelindung atas Infinity Flex Display diperluas melampaui bezel. Dengan begitu, lapisan pelindung merupakan bagian tak terpisah dari struktur layar yang seharusnya tidak dilepas.

"Galaxy Fold menghadirkan bantuan tambahan untuk melindungi perangkat dari partikel eksternal yang lebih baik, tetapi tetap mempertahankan pengalaman lipatnya yang khas," kata Samsung.

Selanjutnya bagian atas dan bawah di area engsel diperkuat dengan tutup pelindung yang baru ditambahkan.

Pelindung itu berupa lapisan logam tambahan di bawah Infinity Flex Display yang dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan layar. Dengan begitu, ruang antara engsel dan bodi Galaxy Fold berkurang lebarnya.

2 dari 3 halaman

Hal Paling Penting

Galaxy Fold
Perbesar
Galaxy Fold. (Doc: Samsung)

Memperluas lapisan pelindung merupakan hal terpenting yang bisa dilakukan Samsung pada Galaxy Fold.

Pasalnya, banyak tech reviewer berpikir untuk mengeluas pelindung layar dan hal tersebut justru merusak layar.

Tambahan perlindungan layar akan melindungi perangkat dari partikel eksternal yang berpotensi merusak.

3 dari 3 halaman

Belum Juga Dijual

Galaxy Fold
Perbesar
Galaxy Fold. (Doc: Samsung)

Galaxy Fold sampai saat ini belum pernah dijual ke pasaran. Namun demikian, saat dicoba, produk sampelnya mengalami sejumlah masalah hardware.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada bagian layar, tetapi juga adanya berbagai partikel yang mungkin masuk ke engsel dan merusak perangkat.

Gara-gara masalah tersebut, Samsung sempat menunda penjualan Galaxy Fold dan membatalkan pre-order.

Samsung melalui Co-CEO DJ Koh pun mengakui bahwa perusahaan memang mendorong Galaxy Fold masuk ke pasaran sebelum perangkat benar-benar siap. Hal itu pun dianggap mempermalukan perusahaan.

Namun, Sammobile melaporkan, Galaxy Fold akan dirilis di sejumlah pasar terbatas saat ini. Pasar yang dimaksud antara lain adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dan India.

(Tin/Why)

Lanjutkan Membaca ↓