Bagaimana Kondisi Keamanan Siber di Indonesia selama Kuartal Kedua 2019?

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 16 Jul 2019, 07:30 WIB
Kaspersky Lab

Liputan6.com, Kraków - Perusahaan keamanan siber Kaspersky merilis laporan statistik serangan siber terbaru. Dalam laporan itu, Kaspersky menemukan 8.275.318 serangan siber Internet-borne berbeda pada komputer para pengguna Kaspersky Security Network (KSN) di Indonesia selama kuartal kedua 2019.

Secara total, 28,5 persen serangan terhadap pengguna ditularkan melalui web. Ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-49 di seluruh dunia dalam hal bahaya yang muncul ketika berselancar di web.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, Indonesia menempati peringkat ke-27 global dengan lebih dari 13 juta serangan siber yang terdeteksi Kaspersky. Ini menunjukkan keamanan siber Indonesia yang membaik. Untuk diketahui, serangan melalui browser masih merupakan metode utama untuk menyebarkan program-program berbahaya.

"Penurunan serangan siber yang terdeteksi di Indonesia dapat dikreditkan ke upaya proaktif pemerintah dalam menyusun kebijakan terkait keamanan siber," ujar Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky APAC dalam keterangannya. Lebih lanjut, ia mengapresiasi antusiasme pemerintah Indonesia dalam mengembangkan strategi dan kapabilitas untuk menangani insiden dunia siber.

"Tingkat kesadaran yang baik dari pemerintah Indonesia juga berfungsi seperti seruan membangun bagi organisasi dan perusahaan untuk menjadi lebih responsif dalam menangani insiden secara cepat dan efektif baik saat persiapan maupun tindakan pascaserangan,” kata Yeo.

2 of 3

Upaya Menghindari Serangan

Untuk menghindari diri dari serangan siber, pakar keamanan Kaspersky menyarankan para pengguna untuk:

  • Memeriksa tautan dengan cermat sebelum mengunjungi situs, terutama untuk kesalahan ejaan atau penyimpangan lainnya, bahkan jika Anda menganggapnya sebagai situs yang pernah Anda kunjungi secara teratur sebelumnya.
  • Memasukkan nama pengguna dan kata sandi Anda hanya melalui koneksi yang aman. Hindari akses ke layanan perbankan online dan layanan serupa melalui jaringan Wi-Fi publik.
  • Mengetahui bahwa URL yang dimulai dengan "https" mungkin tidak selalu aman.
  • Tidak memercayai email dari pengirim yang tidak dikenal sampai Anda dapat memverifikasi keaslian asalnya.
  • Selalu menjalankan sistem dengan program anti-malware

 

3 of 3

Rekomendasi untuk Perusahaan

Untuk perusahaan, Kaspersky merekomendasikan hal berikut:

  • Mengedukasi karyawan mengenai risiko keamanan - seperti aturan dasar untuk tidak membuka email dari orang yang tidak dikenal serta lampiran atau tautan asing lainnya.
  • Menganjurkan penggunaan kata sandi unik dalam lingkungan pekerjaan dan menjaganya agar tetap aman dari akses siapa pun.
  • Mengatur tingkat akses berjenjang, memberikan izin hanya kepada mereka yang membutuhkannya di setiap level.
  • Melakukan pelatihan keamanan siber secara teratur yang akan memberikan pengetahuan tentang serangan siber terbaru dan yang lebih penting untuk meningkatkan kebiasaan karyawan dan membentuk pola perilaku baru demi lingkungan kerja yang lebih aman.

(Why/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓