Mobil Tesla Terbakar Tanpa Sebab Apapun, Kok Bisa?

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 02 Jul 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 02 Jul 2019, 08:00 WIB
Tesla
Perbesar
Tesla memutuskan untuk berhenti memproduksi Model 3 varian Long Range Rear-Wheel Drive (LR RWD). (Autoevolution)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah mobil dari perusahaan milik Elon Musk, yakni Tesla Model S, yang terparkir dalam garasi bawah tanah di Shanghai tiba-tiba saja terbakar tanpa alasan.

Kejadian ini sudah berlangsung beberapa bulan lalu.

Anehnya, hasil rekaman CCTV tidak menunjukkan hal aneh. Pasalnya, mobil tersebut hanya diparkir tanpa dipanaskan atau dipakai, namun tiba-tiba terbakar.

Tesla sebelumnya menyebut bakal melakukan penyelidikan, kini tampaknya perusahaan teknologi asal AS ini siap mengungkapkan penyebab terbakarnya Tesla Model S di atas.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Selasa (2/7/2019), Tesla menyebut, penyebab terbakarnya mobil tersebut karena modul baterai tunggal yang dipakai.

Saat ini Tesla telah merevisi setting-an kendaraan untuk memastikan ada perlindungan tambahan untuk baterai.

2 dari 3 halaman

Gara-Gara Baterai

Tesla Model 3
Perbesar
Tesla Model 3, mobil listrik ketiga Tesla siap dikirim ke konsumen. (Carscoops)

Melalui akun Weibo mereka, Tesla mengungkap, tim investigasi bersama telah menyelidiki masalah ini.

Tim penyelidik juga menganalisis baterai, riwayat kendaraan, software, data manufaktur untuk mencari tahu apa yang salah dengan mobil tersebut.

Hasil penyelidikan mengungkap, tidak ada cacat dalam sistem. Hasil temuan awal menyebut bahwa insiden terbakarnya Tesla Model S ini disebabkan oleh modul baterai tunggal yang terletak di bagian depan mobil. Modul merupakan sekelompok sel baterai yang disatukan.

Belajar dari insiden ini, guna melindungi baterai dalam mobil, Tesla mengirimkan update secara online untuk Model S dan Model X. Update ini merevisi pengaturan biaya dan termal untuk meningkatkan perlindungan usia baterai.

3 dari 3 halaman

Pernah Tarik Model S dari Pasaran

Blue Bird Siap Operasikan Taksi Listrik Pertama di Indonesia
Perbesar
Taksi mobil listrik Silverbird terparkir di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Terdapat dua jenis mobil listrik yang digunakan Blue Bird yakni BYD e6 A/T untuk taksi reguler atau Blue Bird dan Tesla Model X 75D A/T untuk taksi eksekutif atau Silverbird. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya di tahun 2017, Tesla melakukan recall (penarikan) terhadap mobil listrik otonomos jenis Model S dan Model X. Recall ini menyusul sejumlah isu rem parkir elektronik.

Mengutip BBC, Jumat (21/4/2017), Tesla mengatakan sekitar 2 persen dari 53.000 mobil yang dibuat antara Februari hingga Oktober 2016, mengalami isu ini, tetapi tidak semuanya ditarik dari peredaran. Akibat penarikan ini, nilai saham Tesla turun 1 persen.

Dalam sebuah pernyataan, Tesla mengatakan bahwa rem parkir elektronik yang dipasang pada Model S dan Model X "mungkin memuat gir kecil yang bisa diproduksi secara tidak benar oleh pemasok pihak ketiga".

Jika gir tersebut patah, menurut Tesla, rem parkir akan terus membuat mobil tidak bergerak, bahkan rem parkir ini akan macet. Tesla menuturkan, sebelumnya tidak pernah ada laporan tentang kegagalan rem parkir.

Pemberitahuan resmi mengenai recall ini akan dikirim kepada pelanggan, berikut informasi bagaimana rem tersebut bisa diganti.

Sekadar informasi, pada 2013, National Highway Traffic Safety Administration, memberi Tesla Model S sebuah peringkat keamanan bintang 5, dan mengatakan bahwa kendaraan tersebut "membuat rekor baru untuk tingkat kemungkinan cedera paling rendah bagi pengemudi dan penumpangnya".

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓