Line Berambisi Jadi Platform Fintech Terbesar di Asia

Oleh Andina Librianty pada 30 Jun 2019, 10:00 WIB
Chief Executive Officer dan President, Takeshi Idezawa, di Tokyo, Jepang.

Liputan6.com, Jakarta - Line menjadikan fintech atau finansial teknologi sebagai salah satu fokus utama untuk mewujudkan ambisinya menjadi "super app", yang bisa memenuhi semua kebutuhan pengguna setiap hari.

Tak tanggung-tanggung, Line pun berambisi menjadi platform fintech nomor satu di Asia.

Untuk mewujudkan targetnya tersebut, Line mengumumkan sejumlah layanan fintech baru dalam acara tahunannya, Line Conference 2019, di Tokyo, Selasa (29/6/2019).

"Kami ingin bertujuan menjadi platform perbankan dan pembayaran terbesar di Asia. Kami ingin memberikan keuntungan dari pembayaran cashless (nontunai) kepada pengguna, dan sejauh ini kami senang melihat responds terhadap kampanye-kampanye terbaru kami," ungkap Chief Executive Officer dan President, Takeshi Idezawa, di Tokyo, Jepang.

Salah satu produk fintech baru yang sedang disiapkan Line adalah layanan smartphone bank bernama Line Bank.

Perusahaan asal Jepang tersebut bekerja sama dengan berbagai layanan perbankan di empat negara Asia, yakni Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia. Peluncuran di masing-masing negara akan berbeda.

Di Indonesia sendiri, Line akan bekerja sama dengan KEB Hana Bank. Kerja sama dengan KEB Hana Bank berkaitan layanan perbankan online. Layanan baru ini diperkirakan rilis di Indonesia paling cepat pada awal tahun depan.

Idezawa menuturkan, tidak mudah bagi Line untuk masuk ke area fintech disebabkan berbagai tantangan, terutama dari sisi keamanan. Oleh sebab itu, Line melakukan investasi yang substansial dengan merevolusi layanan finansial dengan menghadirkan berbagai layanan barunya.

 

2 of 3

Line Pay

Co-CEO dan Chief WOW Officer (CWO) Line Corporation, Jungho Shin, ungkap strategi baru perusahaan. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Line Pay merupakan layanan fintech Line yang cukup terkenal, khususnya di wilayah Asia. Line Pay per Juni 2019 tercatat memiliki lebih dari 48 juta pengguna di Jepang, Taiwan, dan Thailand.

Di Taiwan, Line Pay diklaim menjadi layanan pembayaran mobile nomor satu dengan peningkatan jumlah pengguna dari 2,9 juta menjadi 6,3 juta pada tahun lalu.

Hal serupa juga terjadi di Thailand, dengan peningkatan pengguna dari 3,1 juta menjadi sekitar 6 juta. Bahkan sejak tahun lalu, pengguna Taiwan dan Thailand bisa menggunakan Line Pay sebagai alat pembayaran beberapa moda transportasi.

Pengguna Line Pay paling banyak berasal dari Jepang. Perusahaan mencatat ada 36 juta pengguna di negara tersebut, dan pertumbuhannya didorong beberapa kampanye besar di negara tersebut.

3 of 3

Agresif Kerja Sama

Line
Line Conference 2019. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Line menggandeng cukup banyak perusahaan finansial untuk mengembangkan bisnis fintech. Di luar dari Line Bank, Line Financial Corporation dan Nomura Holdings Inc (Nomura) membentuk usaha patungan bernama Line Securities Corporation (Line Securities). Layanan baru ini akan hadir di dalam aplikasi Line pada musim gugur 2019.

Layanan ini akan menampilkan saham-saham pilihan dari 100 perusahaan terkemuka di Jepang, dan memungkinkan pengguna untuk mulai berinvestasi mulai dari harga 150 yen hingga rata-rata 3.000 yen per lembar saham.

Line mengklaim akan menyuguhkan tampilkan yang sederhana, sehingga mudah diakses oleh para investor pemula ataupun yang sudah berpengalaman. Perdagangan real-time akan dibuka sampai pukul 9 malam waktu setempat, setiap hari kerja.

Melalui Line Pay, perusahaan juga bekerja sama dengan Visa Worldwide Japan (Visa) dan Orient Corporation (Orico). Kerja sama ini menghadirkan produk bernama Line Pay Visa Credit Card. Melalui kartu ini, ketiga perusahaan akan memberikan layanan kartu kredit baru, dan dapat berkontribusi dalam membangun cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai di Jepang.

Selain itu, Line juga bekerja sama dengan gerai kopi Starbuck meluncurkan kartu Line Starbuck pada April 2019. Kerja sama ini disambut positif dengan lebih dari satu juta kartu diterbitkan dalam 2,5 bulan setelah peluncuran.

(Din/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓