Coinvestasi Gelar Halal Bihalal Crypto, Edukasi Milenial Soal Blockchain

Oleh Agustinus Mario Damar pada 25 Jun 2019, 19:00 WIB
Coinvestasi

Liputan6.com, Jakarta - Coinvestasi menggelar acara Halal Bihalal Crypto bertajuk 'Blockchain Technology and Income Revolution for Millenials'.

Acara ini dihadiri Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri, Dharmayugo Hermansyah, Business Development Manager Triv, Jordan Simanjutak, dan Scientific Advisor Tezos Southeast Asia, Diego Olivier Fernandez.

Acara ini membahas cara teknologi blockchain dan bitcoin dapat merevolusi industri. Tidak hanya itu, dua teknologi tersebut juga disebut dapat menjadi sumber pemasukan masif bagi semua orang.

"Milenial menganggap bitcoin merupakan new money. Sementara, lainnya dikategorikan old money. Terbukti, tidak ada pengaruh antara inflasi dengan geliat bisnis bitcoin," tutur Dharmayugo dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (25/6/2019).

Oleh sebab itu, Dharmayugo menuturkan bahwa ke depannya generasi milenial akan lebih banyak menggunakan bitcoin sebagai mata uang digital.

Sementara itu, Jordan juga menuturkan bahwa ada dua faktor utama yang menjadi pendorong kenaikan bitcoin, yakni regulasi dan peran milenial.

"Kami optimistis milenial Indonesia bisa melihat bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi sekaligus sebagai pendorong sektor ekonomi," tutur Jordan.

Adapun Diego dari Tezos Southeast Asia menekankan bahwa blockchain dapat merevolusi industri menjadi semakin efisien dan transparan.

"Dengan teknologi blockchain, pegadang di Indonesia bisa menjual barang pada pelanggan di New York. Teknologi blockchain memungkinkan rasa percaya yang muncul tanpa perlu perantara orang ketiga," tutur Diego.

Melalui ajang ini, seluruh pihak yang terlibat ingin mengedukasi lebih banyak masyarakat mengenai teknologi blockchain dan bitcoin. Dengan demikian, antusias masyarakat menyambut industri 4.0 dapat semakin meningkat.

2 of 3

Industri Blockchain Punya Potensi Besar di Indonesia

Blockchain
Ilustrasi Blockchain. Dok: catalysts.cc

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan industri blockchain di masa yang akan datang.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bahkan telah menerbitkan peraturan baru pada Februari 2019, yang menetapkan struktur dan aturan mengenai pertukaran mata uang kripto, perusahaan penyimpanan, dan juga perusahaan manajemen dompet aset digital.

Peraturan ini memberikan kepastian yang lebih menjanjikan untuk bisnis aset kripto dan blockchain, serta kepercayaan kepada bisnis baru untuk berinvestasi di sektor ini.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, KoinX bekerja sama dengan Bgogo, Jinse, dan Chainup menggelar acara Indonesia Blockchain Summit pada 1 April 2019 di GreenHouse Co-working Space, Jakarta.

“Kami berhasil mengumpulkan proyek-proyek blockchain terdepan, venture capital global, konglomerat bisnis lokal, menteri, dan pembuat kebijakan ke dalam satu ajang pertemuan, sehingga masing-masing pihak dapat membagikan pandangan mereka terhadap bagaimana blockchain dan aset kripto dapat menjadi sangat transparan, aman, dan juga sesuai dengan perkembangan industri blockchain di Indonesia,” kata Samuel Tng, CMO KoinX.

Dalam keterangan tertulis yang Tekno Liputan6.com terima, Selasa (4/3/2019), Indonesia Blockchain Summit diselenggarakan dengan tujuan untuk mengumpulkan semua pihak baik itu pemerhati, investor, dan proyek blockchain terkemuka dari seluruh dunia untuk memberi kesempatan bagi semua pihak untuk memahami potensi ekonomi blockchain di Indonesia.

3 of 3

Tujuan Utama

Blockhain
Ilustrasi blockchain. Dok: netscout.com

Selain itu, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya industri Blockchain serta mendidik sebanyak mungkin orang untuk menjadikan Indonesia, sebagai salah satu hub-blockchain utama yang tidak hanya akan memberikan peluang kerja tetapi juga akan berkontribusi secara nyata di sektor bisnis tradisional.

Tahun ini, KoinX berhasil mengundang para pemain blockchain global dan lokal terdepan di Indonesia Blockchain Summit. Di antara pemain global adalah Genesis capital, PreAngel, Evo capital, Aelf, kronos, Ultrain, Zcoin, Edenchain, Perlin, Mars Finance, Chainup, Jinse Finance, OEX, 1-3 labs capital, BitTemple, dan lainnya.

Di antara tamu VIP Indonesia yang diundang adalah dari pihak Kementerian, proyek blockchain lokal seperti Hara Token, Vexanium, Asosiasi Blockchain Indonesia dan masih banyak lagi.

Untuk lebih lanjut mendukung dan mempercepat adopsi serta inovasi blockchain di Indonesia, KoinX berencana untuk menyelenggarakan acara ini setiap tahun dengan konsep yang lebih besar dari para pembicara dan juga pesertanya.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓