Pengapalan Smartphone Huawei Tembus 100 Juta Unit per Mei 2019

Oleh Andina Librianty pada 22 Jun 2019, 16:00 WIB
Huawei HQ

Liputan6.com, Jakarta - Pemblokiran oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), membuat Huawei kemungkinan besar tidak bisa menguasai pasar smartphone global pada tahun ini. Huawei diperkirakan hanya bisa mengapalkan 146 juta hingga 166 juta unit smartphone pada tahun ini.

Dilansir Phone Arena, Sabtu (22/6/2019), lebih dari setengah perkiraan tersebut sudah dicapai. Menurut presiden lini produk smartphone Huawei, He Gang, Huawei telah mengapalkan 100 juta unit smartphone sepanjang Januari hingga 30 Mei 2019.

Huawei sebelumnya memperkirakan pengapalan smartphone miliknya akan turun 40 juta hingga 60 juta unit pada tahun ini. Kemungkinan, totalnya hanya 146 juta hingga 166 juta unit.

Sebagai perbandingan, Huawei pada tahun lalu mengapalkan 206 juta unit smartphone, dengan setengahnya di luar Tiongkok. Huawei pada kuartal I 2019 ini telah mengapalkan 59 juta unit, hingga akhirnya menjadi 100 juta unit per 30 Mei 2019.

Permasalahan dengan AS memengaruhi bisnis Huawei. Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, pada awal pekan ini mengatakan pemblokiran oleh AS akan membuat perusahaan kehilangan USD30 miliar top line atau pendapatan pada 2019. Ia juga menambahkan, penjualan smartphone Huawei di luar Tiongkok telah turun 40 persen sejak bulan lalu.

2 of 2

Huawei Pangkas Pengapalan Smartphone Premium

Huawei
Tampak belakang Huawei P30 Pro. Liputan6.com/Ramdania El Hida

Permasalahan dengan AS juga membuat Huawei memangkas pengapalan smartphone miliknya. Perusahaan asal Tiongkok tersebut pada awal bulan ini mulai memangkas pesanan untuk lini P30, termasuk P30 Pro. Huawei P30 Pro merupakan handset paling premium perusahaan saat ini.

Tak hanya itu, Huawei juga dilaporkan mulai memangkas pesanan untuk seri Mate 30, yang dijadwalkan rilis pada Oktober tahun ini. Seri terbaru itu juga akan hadir dengan varian Mate 30 Pro. Pemangkasan pesanan ini berarti jumlah pengapalan awal yang direncanakan juga akan dikurangi.

Masalah pemblokiran membuat Huawei tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan AS, termasuk tak lagi bisa menggunakan OS Android. Hal ini membuat banyak konsumen mengkhawatirkan perangkat Huawei mereka tidak akan mendapatkan dukungan penuh seperti sebelumnya.

(Din/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓