Vivo Pamer Fitur Fast Charging Baru, 13 Menit Baterai Penuh

Oleh Agustinus Mario Damar pada 22 Jun 2019, 10:00 WIB
Vivo V15

Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan fast charging harus diakui telah menjadi fitur wajib di smartphone saat ini. Oleh sebab itu, sejumlah vendor smartphone berlomba-lomba menghadirkan fitur pengisian cepat termutakhir.

Terbaru, giliran Vivo yang memamerkan fitur fast charging yang dimilikinya. Dikutip dari Phone Arena, Sabtu (22/6/2019), Vivo menyebut teknologi ini sebagai 120W Super FlashCharge.

Kemampuan fitur ini diungkap Vivo melalui situs media sosial Weibo beberapa waktu lalu. Melalui unggahan tersebut, perusahaan asal Tiongkok itu menunjukkan kemampuan fast charging yang dimilikinya dalam sebuah video pendek.

Vivo mengklaim kemampuan teknologi ini mampu mengisi baterai berkapasitas 4.000mAh dari kondisi nol persen hingga 100 persen selama 13 menit.

Sayang, Vivo tidak mengungkap informasi lebih lanjut mengenai kemampuan fitur fast charging ini. Untuk itu, belum dapat dipastikan kapan Vivo akan mulai memproduksi teknologi ini secara massal.

Perlu diketahui, Vivo bukan perusahaan smartphone yang memamerkan kemampuan fast charging terbaru yang dimilikinya. Beberapa perusahaan yang juga pernah melakukannya adalah Xiaomi.

2 of 3

Xiaomi Pamer Fast Charging Baru

Kantor Xiaomi di Maofanglu Road, Beijing. Tempat Vice President International Xiaomi Hugo Barra beraktivitas. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani
Kantor Xiaomi di Maofanglu Road, Beijing. Tempat Vice President International Xiaomi Hugo Barra beraktivitas. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani

Sebelumnya, Xiaomi juga sempat mengungkapkan fitur fast charging terbaru besutannya. Teknologi ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, karena memiliki kemampuan yang terbilang luar biasa.

Dikutip dari The Verge, Jumat (29/3/2019), fitur fast charging ini mampu mengisi penuh sebuah baterai berkapasitas 4.000mAh dalam waktu 17 menit. Perlu diketahui, teknologi baru ini memiliki daya 100W.

Informasi mengenai teknologi anyar tersebut diungkap oleh co-founder dan President Xiaomi, Lin Bin, melalui akun Weibonya. Dia mengungkap keberadaan teknologi ini melalui sebuah video perbandingan.

Dalam video tersebut, dia membandingkan teknologi Xiaomi ini dengan SuperVOOC Flash Charge dari Oppo.

Video itu memperlihatkan teknologi milik Oppo hanya mempu mengisi baterai berkapasitas 3.700mah sebanyak 65 persen dalam waktu 17 menit.

Meski belum ada informasi lebih lanjut seputar teknologi ini, ada kemungkinan Xiaomi menggunakan hardware khusus dalam teknologi.

Sejumlah pihak memperkirakan bahwa teknologi ini akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

Perlu diketahui, teknologi semacam ini memang bukan barang baru bagi Xiaomi.

Sebelumnya, perusahaan asal Tiongkok itu juga meluncurkan teknologi wireless charging 20W tercepat di dunia dengan Mi 9.

3 of 3

Bisnis Smartphone Xiaomi Semakin Kuat di Indonesia

Logo Xiaomi
Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Terlepas dari video tersebut, Xiaomi juga baru saja mengumumkan pencapaiannya sepanjang tahun fiskal 2018 yang berakhir pada 31 Desember. Berdasarkan laporan pendapatannya, bisnis smartphone di berbagai negara mengalami pertumbuhan, termasuk di Indonesia.

Untuk bisnis smartphone, Xiaomi membukukan pendapatan sekira RMB113,8 miliar, naik 41,3 persen pada tahun fiskal 2018. Pertumbuhan ini didorong jumlah penjualan smartphone dan rata-rata harga jual (ASP).

Bisnis smartphone Xiaomi memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan keseluruhan bisnis perusahaan. Meski pasar smartphone global mengalami penurunan 4,1 persen year-on-year, pengapalan smartphone Xiaomi justru mencapai 118,7 juta unit pada 2018, naik 29,8 persen dari tahun sebelumnya.

Tiongkok merupakan pasar terbesar Xiaomi dengan menyumbang 60 persen dari total penjualan. Penjualan smartphone Xiaomi di pasar internasional pun berlangsung baik.

Mengutip data Canalys, Xiaomi mengungkapkan pengapalan smartphone untuk wilayah Eropa Barat tumbuh 415,2 year-on-year. Perusahaan menempati posisi ke empat dalam hal pengapalan smartphone pada tahun lalu.

India dan Indonesia juga memainkan peran penting. Pengapalan smartphone di India terus mengalami pertumbuhan, dan menempati posisi nomor satu selama enam kuartal berturut-turut.

Di Indonesia, Xiaomi menduduki peringkat ke dua dalam hal pengapalan smartphone, dengan pertumbuhan 299,6 persen year-on-year.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓