NASA Butuh Ongkos Tambahan Untuk Pergi Ke Bulan, Berapa?

Oleh Athika Rahma pada 18 Jun 2019, 06:30 WIB
Bulan Purnama Penuh

Liputan6.com, Jakarta - Misi ambisius NASA untuk menjelajah Bulan dan isinya akan segera dimulai. NASA benar-benar mempertaruhkan waktu, tenaga hingga uang demi terwujudnya misi ini 2020 nanti.

Tapi, ada sedikit kendala yang sedang dihadapi NASA. Ternyata untuk mengembalikan astronot yang dikirim tahun 2020 ke Bumi butuh uang yang cukup banyak, sekitar USD 20 hingga USD 30 miliar atau sekitar Rp 286 hingga Rp 430 triliun (Kurs 1 dolar = Rp 14.341) lagi.

Dilansir dari CNN, Selasa (18/6/2019), hal ini diungkapkan oleh administrator NASA Jim Bridenstine. Jumlah sebanyak itu untuk estimasi 5 tahun, jadi per tahunnya butuh sekitar USD 4 hingga USD 6 miliar atau sekitar Rp 57 hingga Rp 86 triliun.

Perhitungan ini berdasarkan peluncuran program pertama NASA, Artemis, yang bisa mengirim manusia ke Bulan pertama kali. NASA ingin misi yang melibatkan dua astronot, pria dan wanita pertama yang berjalan di permukaan Bulan.

2 of 3

Dapat Darimana?

NASA Bakal Jadikan Mars Sebagai Objek Wisata Luar Angkasa
Ditemukannya air di Mars membuka peluang NASA untuk menjadikan Planet Merah tersebut sebagai objek wisata, apakah mungkin bisa terjadi?

Darimana NASA bakal mendapatkan uang segitu?

Sejauh ini, NASA sudah mengajukan proposal penambahan dana senilai USD 1,6 miliar untuk proyek Artemis, dan itupun belum sepenuhnya.

Bridenstine mengaku bakal meyakinkan pemerintah AS supaya mau mendukung NASA.

Beberapa khawatir kalau NASA nantinya bakal mengambil uang dari budgeting di program lain seperti misi eksplorasi robotik, studi iklim dan sains Bumi serta studi dan penelitian penting lainnya.

3 of 3

Bakal Ke Mars Jika Berhasil

Planet Mars (NASA).
Planet Mars (NASA).

Kalau sudah berhasil, nantinya misi NASA lebih ambisius lagi, yaitu mengirim manusia ke Mars untuk pertama kalinya.

Meski begitu, perhitungan yang Bridenstine buat tidak bisa dipastikan, karena kapal luar angkasa bisa berbahaya dan tidak bisa diprediksi.

"Kami sedang bernegosiasi dengan pihak administrasi, kantor manajemen dan anggaran, serta dewan ruang angkasa nasional," ungkapnya.

(Tik/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait