Kepala Tim Bodyguard Mark Zuckerberg Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 31 Mei 2019, 17:30 WIB
Mark Zuckerberg

Liputan6.com, Jakarta - Segala sesuatu yang berkaitan dengan bos Facebook Mark Zuckerberg memang selalu menarik perhatian.

Pasalnya, Mark Zuckerberg memiliki tim keamanan yang selalu menjaganya 24 jam.

Bukan hanya itu, Zuck juga dilayani oleh banyak orang, termasuk staf yang bertanggung jawab memasak, bersih-bersih, hingga asisten personal yang membantu seluruh anggota keluarganya.

[bacajuga:Baca Juga](3941303 3962371 3683871)

Kini, menurut dua mantan asisten rumah tangga (ART) dan staf keamanan, kepala tim bodyguard Mark Zuckerberg telah melakukan pelecehan seksual.

Mengutip The Verge, Jumat (31/5/2019), kepala bodyguard itu merupakan seorang mantan agen Secret Service bernama Liam Booth yang pernah bekerja untuk Presiden Barack Obama.

Booth juga disebut-sebut telah membuat pernyataan rasis dan menghina Mark Zuckerberg, Priscilla Chan, dan sejumlah staf lainnya.

Menurut mantan karyawan tersebut, Booth telah melakukan pelecehan seksual pada seorang staf yang gay.

2 of 3

Pelanggaran Berkali-kali

Mark Zuckerberg
CEO Facebook Mark Zuckerberg (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Tidak hanya itu, mantan karyawan itu menuding Booth melakukan pelanggaran berkali-kali di tempat kerja, salah satunya dengan meminta mantan karyawan berganti pakaian karena dianggap tak pantas.

Mantan karyawan yang tak disebut namanya itu juga menyebut Booth telah memecatnya dengan alasan yang tidak jelas.

Mantan karyawan lain yang merupakan seorang transgender menuding Booth telah bertindak tak sopan dengan memanggilnya dengan sebutan "it", alih-alih memanggil dengan sapaan perempuan atau lelaki.

Bukan hanya itu, ketika bicara dengan karyawan lain, kadang Booth juga rasis. Misalnya menyebut "tak percaya pada orang kulit hitam" serta merendahkan etnisitas Priscilla Chan.

Tudingan tersebut diuraikan dalam surat pribadi yang dikirim kepada Mark Zuckerberg melalui yayasan The Bloom Firm.

3 of 3

Ditangani dengan Serius

Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Business Insider yang melihat surat itu menyebut, keluhan tentang Booth ini sebagian besar mencakup tudingan pelecehan seksual, komentar rasis, homofobik, hingga transfobik.

Kedua mantan karyawan itu juga menuding bahwa atasan Booth tak mengambil langkah serius dalam menangani pelanggaran yang dilakukan Booth.

Keduanya juga meminta kompensasi atas kerusakan dan tekanan emosional yang disebabkan oleh sang kepala bodyguard.

Sementara itu, juru bicara entitas karyawan Zuckerberg Ben LaBolt menyatakan, "kantor keluarga mmenanggapi keluhan tentang pelanggaran di tempat kerja dengan serius dan tim sumber daya manusia kami segera menyelidiki masalah tersebut."

Ia menyebut, tudingan atas Liam Booth telah jadi perhatiannya. Bahkan, pihak LaBolt mempekerjakan tim hukum untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

(Tin/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓