Cegah Pelecehan Seksual, Kepolisian Tokyo Kembangkan Aplikasi Digi Police

Oleh Athika Rahma pada 30 Mei 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 01 Jun 2019, 11:13 WIB
Digi Police

Liputan6.com, Jakarta - Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kalau tidak bisa melindungi diri, siap-siap saja selalu merasa khawatir.

Kepolisian Tokyo berusaha mencegah hal ini dengan mengembangkan sebuah aplikasi ponsel pintar yang bisa membantu para perempuan Jepang untuk melindungi diri dari para pelaku pelecehan saat berada di dalam kereta terutama saat jam sibuk.

Aplikasi bernama Digi Police tersebut diluncurkan tiga tahun yang lalu, tapi baru dikembangkan lebih canggih sekarang, seperti yang dikutip Tekno Liputan6.com dari Asahi News, Kamis (30/5/2019).

Begitu aplikasi ini muncul, perempuan Jepang berbondong-bondong menginstalnya di smartphone mereka. Aplikasi ini sudah diinstal 220 ribu kali.

Mereka merasa sangat terbantu dengan hadirnya aplikasi ini.

2 of 2

Otomatis Mengirim Pesan

Ilustrasi Pelecehan Seksual
Ilustrasi kekerasan. Sumber: Istimewa

Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa menekan ikon repel groper untuk mengirim pesan teks yang isinya kira-kira, "Ada pelaku pelecehan seksual di sini. Tolong bantu aku".

Kalau pengguna menekan ikon tersebut lagi, maka pesan yang dikirimkan akan berubah merah dan berbunyi lantang, "Tolong berhentilah!".

Selain itu, aplikasi ini juga punya fitur alarm dan notifikasi email yang bisa digunakan anak-anak dan orangtua mereka, plus mendeteksi lokasi yang rawan kejahatan dan kantor polisi terdekat.

Kejahatan sangat jarang terjadi di Jepang, tapi pelecehan seksual sudah jadi makanan sehari-hari, terutama pada perempuan. Hal ini justru dianggap enteng, sampai-sampai banyak terpasang poster yang mengingatkan penumpang untuk hati-hati.

Tahun 2017 saja, Kepolisian Metropolitan Tokyo menyatakan 2.620 kasus kejahatan seksual telah terjadi, dengan rincian 1.750 adalah kasus pelecehan seksual di stasiun atau kereta.

(Tik/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓