iOS 13 Bakal Debut 3 Juni 2019

Oleh Andina Librianty pada 27 Mei 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 27 Mei 2019, 09:13 WIB
Undangan WWDC 2019

Liputan6.com, Jakarta- Apple akan menggelar acara tahunan WorldWide Developer Conference (WWDC) pada 3 hingga 7 Juni 2019. Dalam acara ini, perusahaan akan mengumumkan sistem operasi (OS) mobile terbarunya, iOS 13.

Dilansir GSM Arena, Senin (27/5/2019), Apple telah mengumumkan undangan keynote WWDC 2019 kepada media. Acara ini akan digelar pada 3 Juni, dan bertempat di McEnery Convention Center, San Jose, California, Amerika Serikat (AS).

Dalam sesi keynote ini, Apple diyakini akan sekaligus mengumumkan iOS 13. Tak hanya itu, sejumlah fitur baru di dalamnya pun akan turut diperlihatkan. Waktu peluncuran versi betanya pun akan diumumkan pada acara yang sama.

Menurut laporan, [iOS ]( 3952175 "")13 akan memiliki dark mode sebagai fitur bawaan. Hal serupa juga dihadirkan oleh Google dalam versi terbaru Android Q beta.

Selain itu, Apple juga akan mengumumkan OS terbaru lainnya, watchOS, tvOS, dan macOS.

Apple pada tahun lalu tidak mengumumkan produk hardware baru di WWDC, hal serupa kemungkinan juga akan terjadi pada 2019. Terlebih lagi, perusahaan juga baru saja memperbarui laptop MacBook Pro.

2 of 2

CEO Apple: Anak-Anak dan Remaja Harus Belajar Coding Sedari Dini

Apple
CEO Apple Tim Cook dan Chief Design Officer Jonathan Ive melihat produk baru Apple di Apple Headquarters, Cupertino, California (12/9) (AP Photo/Marcio Jose Sanchez)

Terlepas dari iOS terbaru dan WWDC 2019, CEO Apple, Tim Cook, beberapa waktu lalu menekankan pentingnya pelajaran coding sedari dini. Menurutnya, materi coding juga harus menjadi pelajaran dasar, serta diajarkan pada anak-anak dan remaja.

Dikutip dari Ubergizmo, Cook mengatakan, jika anak-anak dan remaja sudah mendapatkan pelajaran dasar coding, maka program kuliah yang berhubungan dengan hal ini tidak perlu diadakan lagi.

Hal tersebut dikatakannya saat bertemu dengan Liam Rosenfeld, remaja berusia 16 tahun yang mendapatkan beasiswa Apple WWDC bulan depan. Cook menjadikan Rosenfeld sebagai contoh, jika anak-anak diajarkan coding sejak dini, kemampuannya akan menyamai, bahkan lebih baik daripada orang dewasa yang baru belajar coding di perguruan tinggi.

"Saya berpikir, program kuliah coding tidak akan membuat orang jadi benar-benar menguasai bidang ini. Itu kuno. Coding harus diajarkan pada anak-anak sedini mungkin. Liam contohnya, di usia muda sudah bisa membuat aplikasi yang bisa dijual di App Store," ujar Cook.

Namun, bukan berarti program kuliah itu tidak penting. Cook menyarankan, kalau proses belajar coding dimulai dari anak masih belia, maka penyerapan informasinya akan lebih efisien.

Apple sendiri sebelumnya sudah mendorong anak-anak untuk belajar coding, seperti meluncurkan Swift Playgrounds, yang mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar coding.

(Din/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by