Ini Alasan Karyawan Suka Sembunyikan Aktivitas Online dari Atasan

Oleh Liputan6.com pada 07 Mei 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 18:16 WIB
Ilustrasi karyawan malas. ©2014 Merdeka.com/Anugrah Yogi Pranata

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru Kaspersky Lab menyebut kalau karyawan rata-rata menghabiskan waktu 13 tahun dan dua bulan yang 'menakjubkan' dalam bekerja selama hidupnya.

Menariknya, tidak semua waktu ini berkaitan langsung dengan penyelesaian tugas pekerjaan atau kegiatan untuk mendapatkan promosi. Hampir dua pertiga (64 persen) karyawan mengaku mengunjungi situs web yang tidak terkait pekerjaan setiap harinya di meja kerja mereka.

Tak heran, hampir sepertiga (29 persen) karyawan menghindari pihak atasannya untuk mengetahui situs web apa saja yang mereka kunjungi.

Lebih menariknya lagi, satu dari dua (52 persen) karyawan bahkan juga menghindari koleganya untuk mengetahui aktivitas online mereka.

Ini bisa jadi bahwa kolega merupakan ancaman yang mungkin lebih besar terhadap perspektif masa depan perusahaan, atau mungkin hubungan dengan mereka bersifat lebih informal dan karenanya, menjadi jauh lebih berharga.

Sebaliknya, aktivitas media sosial tampaknya menjadi domain yang tidak begitu pribadi bagi banyak orang dan karenanya, lebih cocok untuk berbagi dengan rekan kerja tetapi tidak untuk atasan.

Hal tersebut mungkin karena menyebabkan karyawan khawatir dapat merusak citra publik perusahaan, atau penurunan minat atas produktivitas staf yang memotivasi perusahaan untuk memantau media sosial karyawan. Nanti, akhirnya bisa berpengaruh pada pembuatan keputusan berdasarkan penilaian dari media sosialnya.

Kebijakan tersebut telah menyebabkan satu-dari-dua (59 persen) karyawan mengatakan, mereka tidak ingin mengungkap aktivitas media sosialnya pada atasan, dan 54 persen bahkan enggan untuk mengungkap informasi ini kepada kolega mereka.

Lebih lanjut, 34 persen menghindari menunjukkan konten pesan dan email mereka kepada atasannya. Selain itu, 5 persen bahkan mengatakan bahwa karir mereka rusak permanen karena bocornya informasi pribadi.

Dengan demikian, orang-orang khawatir tentang bagaimana membangun reputasi internal yang baik dan cara untuk tidak menghancurkan relasi dalam tempat kerja.

 

2 of 4

Aktivitas Online Jadi Bagian Integral

Aktivitas online
Ilustrasi pengguna internet. (Doc: Digital Briefcase)

“Karena beraktivitas online menjadi bagian integral dari kehidupan kita saat ini, akan selalu ada garis kabur antara keberadaan digital di tempat kerja dan di kehidupan sehari-hari, dan  itu bukan suatu hal yang buruk atau baik. Begitulah cara kita hidup di era digital," kata Marina Titova, Head of Consumer Product Marketing di Kaspersky Lab.

Namun, lanjutnya, harus selalu diingat bahwa sebagai karyawan, kita harus semakin berhati-hati dengan apa yang dibagikan di media sosial atau situs web yang kerap digunakan saat bekerja.

"Salah satu tindakan yang salah paham di internet akan berdampak jangka panjang yang tidak dapat ditarik kembali, sekalipun oleh pekerja yang paling ambisius dalam menaiki puncak karir pilihan mereka di masa depan,” lanjutnya.

3 of 4

Agar Tidak Jatuh ke Dalam Ancaman Internet di Tempat Kerja

Intip Kesibukan Kantor e-Commerce Saat Harbolnas
Aktivitas pekerja melayani konsumen via telepon dan internet saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di kantor perusahaan e-Commerce JD.ID, Jakarta, Rabu (12/12). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Untuk memastikan para karyawan tidak jatuh dalam ancaman internet di tempat kerja, berikut terdapat beberapa pedoman inti yang wajib diikuti di era digital.

  • Jangan mem-posting apa pun yang dianggap memfitnah, tidak sopan, memiliki hak paten, atau mencemarkan. Jika ragu, jangan pernah mengirimnya.
  • Ketahuilah bahwa sistem administrator setidaknya secara teoritis mengetahui tentang pola penelusuran web Anda.
  • Jangan melecehkan, mengancam, mendiskriminasi, atau meremehkan kolega, mitra, pesaing, pelanggan atau siapa pun. Baik di jejaring sosial atau dalam pesan, email, atau dengan cara lainnya.
  • Jangan mem-posting foto karyawan, pelanggan, vendor, pemasok atau produk perusahaan lain tanpa izin tertulis sebelumnya.
  • Menggunakan Kaspersky Password Manager untuk memastikan media sosial dan akun pribadi lain Anda tidak berisiko mendapat akses tidak sah oleh orang lain di tempat kerja. Pasang solusi keamanan yang andal seperti Kaspersky Security Cloud untuk melindungi perangkat pribadi Anda.

(Jek)

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by