Grab, Ovo, dan Tokopedia Buka Program Donasi untuk Pendidikan

Oleh Agustinus Mario Damar pada 02 Mei 2019, 20:37 WIB
Ovo

Liputan6.com, Jakarta - Grab bersama Ovo dan Tokopedia mengumumkan kolaborasi donasi berbasis teknologi melalui masinhg-masing aplikasi. Program bertajuk 'Patungan untuk Berbagi' ini ditujukan untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia.

Director Enterprise Payment Ovo, Harianto Gunawan, mengatakan program ini sekaligus bagian dari menyambut Bulan Ramadan. Adapun bidang pendidikan dipilih karena masih ada anak-anak yang belum memiliki jaminan kesinambungan dalam pendidikan.

"Data dari Survei ekonomi sosial nasional (Susenas) menunjukkan masih ada 4,4 juta anak Indonesia belum memiliki jaminan pendidikan. Sementara, kami merasa pemerataan pendidikan, berarti pemerataan masa depan," tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Senada dengan Harianto, Co-founder dan Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, mengatakan sebagai pelaku di bidang teknologi dan internet, ketiganya juga ingin memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. Salah satunya melalui program donasi ini.

"Nantinya, setiap donasi yang terkumpul akan kami kalikan dua, hingga maksimal Rp 10 miliar," tuturnya. Maksudnya, setiap donasi yang berhasil terkumpul akan dilipatgandakan. Apabila terkumpul Rp 10 miliar, berarti donasi yang disumbangkan adalah Rp 20 miliar.

 

2 of 3

Pengguna Tiga Aplikasi Gampang Donasi

Ridzki Kramadibrata, President Grab Indonesia dan Ongki Kurniawan, Executive Director Grab Indonesia. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Tidak hanya itu, Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menuturkan kolaborasi yang dilakukan ketiganya sebenarnya dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan donasi. Sebab, pengguna ketiga aplikasi tersebut dapat melakukan donasi dengan pengalaman serupa.

"Inovasi teknologi yang kami tawarkan adalah kemudahan untuk berbagi. Jadi, pengguna dari tiga aplikasi tersebut dapat berdonasi dalam program yang sama, cukup disesuaikan dengan aplikasi yang sering digunakan," tutur Ridzki.

Program ini pun mendapat respon positif dari Menteri Komunikasi dan Infomatika Rudiantara. Terlebih, menurut Rudiantara, ekonomi digital merupakan teknologi yang sangat cocok untuk masyarakat Indonesia.

Rudiantara juga menuturkan program ini dapat menjadi kesempatan bagi generasi milenial untuk menunjukkan rasa berbaginya. Hal itu tidak lepas dari pengguna ketiga platform tersebut yang kebanyakan generasi muda.

"Ini saatnya kaum milenial menunjukkan rasa berbaginya. Jadi, kesempatan untuk generasi milenial. Namun generasi milenial ini juga kritis, sehingga program ini harus transparan. Kalau perlu lakukan audit dan dipampang hasil penyalurannya," ujar Rudiantara. 

3 of 3

Program Patungan untuk Berbagi

10 Fakta Terbaru Tentang Grab SuperApp yang Perlu Kamu Tahu

Selain program donasi yang dapat dilakukan melalui aplikasi, ketiganya juga menggelar program offline bertajuk Festival Patungan untuk Berbagi. Melalui program ini, masyarakat dapat berdonasi langsung di lokasi digelarnya festival.

Menurut Ridzki, festival ini akan digelar di delapan kota, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Festival ini digelar dari 22 hingga 26 Mei 2019.

"Nantinya, masyarakat dapat menyumbang melalui QR code yang dapat dilakukan langsung. Tidak hanya itu, festival ini juga akan berisi merchant dari Tokopedia, Ovo, maupun Grab, hingga hiburan," tutur Ridzki.

Bagi kamu yang tertarik berdonasi, program ini sudah dapat diakses melalui aplikasi Grab, Ovo, dan Tokopedia. Nantinya, hasil donasi akan didistribusikan bekerja sama dengan Rumah Yatim.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓