Microsoft Paint Tak Jadi Dicabut dari Windows 10

Oleh Jeko I. R. pada 24 Apr 2019, 12:00 WIB
Microsoft Paint

Liputan6.com, Jakarta - Kabar Microsoft Paint bakal tutup usia di sistem operasi Windows 10, sebetulnya sudah berhembus sejak 2017.

Kala itu, kabar menyebut kalau aplikasi lawas untuk menggambar ini akan masuk ke dalam status deprecated (tak lagi berlaku) seiring dengan pembaruan software Windows 10 berikutnya.

Namun kini, Microsoft mengkonfirmasi kalau aplikasi ini tak jadi ditutup. Artinya, sebagaimana dilansir Ubergizmo pada rabu (24/4/2019), Microsoft Paint akan tetap ada dan masih bisa digunakan.

Senior Program Manager untuk Windows Brandon LeBlanc, membenarkan kalau Microsoft Paint tidak akan dicabut dari Windows 10.

Hal tersebut dibuktikan dari kehadiran Microsoft Paint pada pembaruan Windows 10 Update 2019 (1903).

Tidak diungkap alasan mengapa akhirnya Microsoft tak jadi menghapus Paint dari Windows 10. Yang pasti, ini bisa jadi kabar baik bagi pengguna Microsoft Paint yang gemar menggambar doodle.

2 of 4

Sekilas Microsoft Paint

Microsoft Paint
Tak lagi bisa pakai Microsoft Paint, software bawaan milik Windows ini dapat menjadi pilihan. (Doc: Mashable)

Microsoft Paint sendiri dirilis pertama kali pada 1985 pada versi pertama Windows 1.0.

Aplikasi tersebut selalu memiliki peningkatan fitur dalam setiap pembaruan versi Windows dari masa ke masa. Terkini, Microsoft Paint mengantongi 100 juta pengguna aktif setiap bulannya.

 

3 of 4

Tool Sederhana untuk Menggambar

Kantor Microsoft
Kantor pusat Microsoft

Tak cuma menggambar dan mewarnai, Microsoft Paint juga memiliki sejumlah tool sederhana yang memungkinkan pengguna untuk mengedit gambar dengan crop dan resize. Meski demikian, fiturnya terbatas.

Oleh sebab itu, tool edit gambar ini tidak bisa digunakan untuk mengedit layaknya Adobe Photoshop.

Tak cuma Microsoft Paint, sejumlah aplikasi lawas lain yang akan dihapus pada pembaruan Windows 10 teranyar meliputi Outlook Express, serta Microsoft Reader dan Reading List, yang mana akan terintegrasi dengan browser Microsoft Edge.

(Jek/Ysl)

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓