Menkominfo Bangga Gojek Sandang Status Decacorn

Oleh Agustinus Mario Damar pada 10 Apr 2019, 10:16 WIB
Salurkan Semangat Kebersamaan di Festival Olahraga Mitra

Liputan6.com, Pangandaran - Beberapa waktu lalu, Gojek dilaporkan sudah resmi menyandang status startup decacorn. Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan terbaru dari CB Insights berjudul "The Global Unicorn Club".

Dari laporan itu disebut, nilai valuasi Gojek ditaksir sudah mencapai USD 10 miliar. Untuk diketahui, status decacorn sendiri diberikan pada startup yang memiliki nilai valuasi USD 10 miliar atau lebih.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menuturkan pencapaian tersebut tak dimungkiri membuat bangga. Terlebih, startup tersebut tidak hanya hadir di Indonesia.

"Alhamdullilah, saya rasa kita turut bangga. Mengapa? Karena bukan hanya jadi milestone bagi nasional, tapi juga regional. Sebab, Gojek mempunyai presensi tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asean," tuturnya saat ditemui di Plasa Telkom Pangandaran, Selasa (9/4/2019), kemarin malam.

 

2 of 4

Berkat Kepercayaan Masyarakat pada Perusahaan Indonesia

Logo Go-Jek di Kantor Go-Jek di Kawasan Kemang. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Lebih lanjut dia menuturkan, capaian ini sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat maupun investor pada perusahaan Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan investor Gojek yang tidak hanya dari internasional, tapi juga dalam negeri.

"Inget lho, Gojek itu tidak hanya ada investor asing, tapi di dalamnya ada Astra dan Djarum. Kondisi ini menunjukkan investor mulai percaya dengan model bisnis baru, bukan bisnis biasa," ujar Rudiantara.

Sekadar informasi, dalam beberapa bulan terakhir, Gojek telah merambah ke lebih banyak pasar, tepatnya empat negara tetangga di Asia Tenggara, yakni Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Makarim itu mendapat pendanaan seri F dari sejumlah investor, termasuk Astra Internasional dan Google.

3 of 4

Respons Gojek Sandang Status Decacorn

Transportasi Online
Rombongan pengemudi GoJek melintas di depan Balai Kota Solo, Jateng. (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Terkait status anyar itu, Chief of Corporate Affairs Gojek Group, Nila Marita, mengaku pihaknya pun baru mendengar mengenai kabar tersebut.

"Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman," kata dia, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2019).

Dia mengatakan kesuksesan layanan platform on-demand Gojek tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial Gojek yang semakin besar dari waktu ke waktu.

"Gojek memiliki pangsa pasar tertinggi di antara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu (Weekly Active Users), berdasarkan data dari sebuah platform global yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia," ucap dia.

Jumlah Weekly Active Users Gojek 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis di Indonesia, berdasarkan data dari platform analisis yang sama.

"Gojek bukan hanya berfokus untuk terus menjadi pilihan utama dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna di Indonesia, tetapi juga untuk membawa harum nama bangsa dengan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara," tuturnya.

(Dam/Ysl)

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓