Wanita Ini Ditahan Gara-Gara Bawa Malware ke Hotel Trump

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 10 Apr 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 10 Apr 2019, 21:14 WIB
Android malware

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita asal Tiongkok ditahan gara-gara kedapatan membawa USB yang isinya penuh dengan malware ke hotel Mar-a-Lago.

Hotel ini merupakan milik Presiden AS Donald Trump yang terletak di Florida. Penangkapan wanita tersebut membuat keributan antara Secret Service Presiden AS dengan anggota staf resort di klub pribadi hotel, terkait dengan daftar tamu yang masuk.

Pasalnya, Secret Service atau staf pengamanan Presiden AS hanya bergantung pada resepsionis klub dan pihak hotel untuk mengecek pengunjung.

Mengutip laman The New York Times, Rabu (10/4/2019), perempuan Tiongkok yang ditangkap adalah Yujing Zhang (32).

Dalam penangkapannya, ada empat smartphone, sebuah hard drive, sebuah laptop, dan sebuah USB berisi penuh dengan malware.

Perempuan tersebut mengaku, "berada di sana untuk menghadiri event United Nation Friendship."

Penangkapan ini memperlihatkan adanya celah dalam keamanan dalam melindungi orang nomor satu di AS. Pihak Secret Service pun memberikan pernyataan atas hal ini.

"Secret Service tidak menentukan siapa yang diundang atau disambut di Mar-a-Lago. Ini adalah tanggung jawab entitas tuan rumah. Manajemen klub Mar-a-Lago menentukan anggota dan tamu mana yang diberi akses ke properti," katanya.

Kedatangan Zhang ke Mar-a-Lago dengan membawa malware ditengarai karena meningkatnya minat orang terhadap hotel milik presiden.

Bahkan, di internet dan media sosial, banyak iklan yang menjual undangan ke klub tersebut.

2 of 4

Banyak Dikunjungi Gara-Gara Iklan di Internet

Begini Cara Menangkal Malware Jahat di Smartphone
Foto: Ilustrasi malware di smartphone (ibitimes.co.uk)

Iklan-iklan tersebut menjanjikan para tamu bisa bergabung dengan presiden untuk makan malam, penggalangan dana, dan acara lainnya.

Setelah Zhang ditahan, dia mengeluarkan salinan undangan berbahasa Tiongkok untuk agenda persahabatan yang disponsori oleh Cindy Yang.

Dia sebelumnya memiliki serangkaian panti pijat prostitusi yang ditutup polisi, Februari lalu.

Yang saat ini masih aktif dalam kelompok yang didukung oleh pemerintah Tiongkok memang tak asing dengan Mar-a-Lago. Bahkan, tahun lalu dia menghadiri penggalangan data di resor tersebut dan berfoto bersama dengan presiden.

Sejauh ini, kepolisian mengatakan mereka masih menyelidiki Zhang dan jenis malware yang dibawanya.

Belum jelas apakah dia hanyalah seorang yang hendak berfoto selfie di resor presiden atau apakah memiliki kaitan dengan intelijen Tiongkok.

3 of 4

Pernah Diretas

Malware
Ilustrasi malware. (Doc: Science ABC)

Sekadar informasi, hotel milik Trump ini sebelumnya pernah mengalami serangan siber pada 2015.

Kala itu, informasi kartu kredit para tamu dicuri dari grup hotel milik Trump. Namun saat itu serangan siber dianggap sebagai tindakan kriminal, bukan serangan terhadap negara.

Sekadar informasi, hotel milik Trump ini sebelumnya pernah mengalami serangan siber pada 2015.

Kala itu, informasi kartu kredit para tamu dicuri dari grup hotel milik Trump. Namun saat itu serangan siber dianggap sebagai tindakan kriminal, bukan serangan terhadap negara.

Sebelumnya pada Rabu, presiden Trump memuji Secret Service dan staf keamanannya di Mar-a-Lago karena membantu penangkapan wanita tersebut.

Seorang mantan pegawai yang bekerja di Mar-a-Lago yang dari 2016 hingga 2018 mengatakan, penangkapan Zhang tidaklah mengejutkan.

Pasalnya, sudah banyak orang yang tertangkap di properti milik Trump ini sebelumnya. Misalnya saja, seorang wanita pernah mendapatkan akses ke sistem komputer Mar-a-Lago dan mengganti screen saver dengan nama Trump.

Dia juga menyebut, tingkat keamanan di fasilitas tersebut tidaklah kuat. Terutama saat sang presiden tidak berada di sana.

(Tin/Jek)

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓