Ilmuwan Uji Coba Implan Otak Frankenstein, Seperti Apa Hasilnya?

Oleh Liputan6.com pada 09 Apr 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 10 Apr 2019, 22:13 WIB
Ilustrasi Otak

Liputan6.com, Jakarta - Tokoh Frankenstein kerap dijadikan kisah fiktif sepanjang waktu. Menariknya, kisah Frankenstein ternyata menginspirasi beberapa ilmuwan dalam melakukan transplantasi otak.

Ahli saraf dan insinyur mekanik di University of Minnesota, ambil contoh, menguji coba dengan mentransplantasikan implan tembus pandang di bagian atas tengkorak otak tikus.

Pendekatan baru pada penelitian ini diharapkan bisa mengetahui sifat otak  manusia saat mengalami gegar otak, demensia, Alzheimer, dan Parkinson.

 

2 of 4

Visualisasi dan Interaksi dengan Otak Tikus

Ilustrasi Otak
Ilustrasi Otak (iStockPhoto)

"Apa yang coba kami lakukan adalah melihat apakah kami dapat memvisualisasikan dan berinteraksi dengan sebagian besar otak tikus, yang disebut korteks, dalam jangka waktu yang lama," kata peneliti dari University of Minnesota, Suhasa Kodandaramaiah, seperti dilaporkan IFL Science, Senin (8/4/2019).

"Teknologi ini memungkinkan kita melihat sebagian besar korteks beraksi dengan kontrol dan presisi yang belum terjadi sebelumnya," ujar dia.

 

3 of 4

90 Persen Transplantasi Sukses

Ilustrasi Otak
Kehilangan kemampuan berbahasa setelah koma disebabkan karena rusaknya salah satu bagian otak (Foto: foxnews.com)

Dilaporkan dalam jurnal Nature Communications, tim peneliti ini menciptakan transplantasi See-Sheel, menggunakan pemindai digital tengkorak tikus dan teknologi tiga dimensi.

Para peneliti kemudian mentransplantasikan tengkorak bagian atas yang terbuat polimer transparan ke dalam lusinan tikus selama rata-rata 92 hari.

Lebih dari 90 persen transplantasi sukses. Tubuh tikus tidak menolak implan tersebut. Kondisi ini pun memungkinkan peneliti mempelajari kondisi otaknya. 

Reporter: Dream

Sumber: Dream.co.id

(Jek)

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓