Menkominfo: Program Literasi Digital Wajib Dikaji Ulang

Oleh Liputan6.com pada 01 Apr 2019, 19:00 WIB
Menkominfo, Kepala BKPM dan Ketua Dewan Komisioner OJK Diskusi Investasi Unicorn

Liputan6.com, Jakarta - Siberkreasi melakukan penelitian terkait Indeks Literasi Digital Remaja di Indonesia.

Penelitian dilakukan di empat kota besar, yakni Bandung, Denpasar, Pontianak, dan Surabaya.

Salah satu hasilnya dari penelitiannya terungkap kalau para responden memperbaharui pengetahuan digitalnya secara otodidak. Selain dari otodidak, juga berasal dari keluarga, teman, dan di sekolah.

Temuan ini pun mendapat masukan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Menurutnya, jika responden memperbaharui pengetahuan digitalnya secara otodidak, maka sudah saatnya program-program literasi digital perlu dievaluasi.

Namun, bukan berarti program-program yang dilakukan selama ini tidak bagus. Tetapi, untuk menemukan solusi yang efektif terkait dengan literasi digital.

"Itu kan sesuatu yang normal artinya kita sudah banyak aktivitas-aktivitas di bidang literasi. Contoh Siberkreasi ada 100 organisasi. Dan sudah, mungkin ratusan atau ribu kali event-event oleh teman-teman Siberkreasi. Juga ada relawan TIK ada semuanya. Tapi kan hoaks jalan terus," kata Rudiantara di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), seperti dilansir Merdeka pada Senin (1/4/2019).

 

2 of 2

Menggandeng Operator Seluler

Menkominfo Rudiantara
Menkominfo Rudiantara. Liputan6.com/Andina Librianty

"Makanya, saya minta review mana yang paling efektif kita teruskan karena bukan berarti yang dilakukan salah, bukan. Karena biar bagaimana pun harus efektif lagi. Tadi laporannya kan dari individu walaupun cuman empat kota ya. Kalau emang dari individu kenapa kita tidak cari cara literasi lewat individu," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata pria yang akrab disapa Chief RA ini, bila memang dari sisi individu lebih banyak mencari pengetahuan digitalnya secara otodidak, maka langkah yang tepat adalah bekerja sama dengan operator seluler.

"Operator kan punya data pelanggan. Orang juga dapat pesan-pesan dari operator seluler. Tentunya itu kan bisa dibicarakan dengan teman-teman operator seluler. Kalau memang temuannya benar-benar otodidak ya," katanya.

Meski begitu, diakuinya tidak semua harus dilakukan bersama operator seluler. Ini berlaku hanya untuk individu. Berbeda dengan komunitas.

"Tapi kalau komunitas kita harus address dengan cara kepada komunitas. Tidak bisa semua sama," jelas dia. 

Reporter: Fauzan Jamaludin

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓