Digaji Rp 820 Juta per Tahun, Pria Ini Malah Pilih Jadi Vlogger

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 02 Apr 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2019, 08:13 WIB
YouTuber

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja di perusahaan teknologi raksasa dengan gaji besar, tentu menjadi impian bagi banyak orang.

Namun, seorang pria di Korea Selatan memilih keluar dari pekerjaannya di Samsung untuk menjadi seorang vlogger.

Keputusan ini bahkan sempat ditentang oleh orangtua yang meminta pria 32 tahun itu untuk mengetes kejiwaan. Pasalnya, keputusan untuk resign dari perusahaan besar dengan gaji terjamin sangat tidak bisa diterima oleh sebagian orang.

Kasus ini dialami oleh pria Korea Selatan bernama Yoon Chang Hyun. Dia sebelumnya bekerja sebagai peneliti di Samsung Electronics Co dan mendapat gaji 65 juta won atau setara dengan Rp 820 per tahun.

Namun pada 2015, Yoon memutuskan untuk berhenti dan memulai channel YouTube-nya sebagai vlogger. Demikian seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Reuters, Selasa (2/4/2019).

Bagi sebagian besar orang Korea, bekerja di perusahaan besar seperti Samsung merupakan impian, terlebih dengan gaji besar, tunjangan kesehatan, dan berbagai manfaat lain. Sehingga wajar kalau keputusannya ini disayangkan oleh banyak orang.

Yoon tidak sendirian. Cukup banyak milenial di Korea Selatan yang memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran dengan gaji stabil untuk mengambil pekerjaan lain di luar negeri, bahkan ada juga yang mengundurkan diri untuk bertani di desa.

"Banyak yang bertanya kepada saya, 'apakah saya gila'. Namun jika harus memilih lagi, saya akan tetap mengundurkan diri. Bos-bosku tidak terlihat bahagia, mereka kerja lembur terus dan terlihat kesepian," kata Yoon tentang keputusannya mengundurkan diri.

2 dari 3 halaman

Asuh Channel YouTube

Samsung MWC
Booth Samsung di gelaran Mobile World Congress 2018. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Kini, Yoon mengasuh sebuah channel YouTube pribadinya yang isinya seputar orang-orang yang mengejar karier impiannya. Dia pun membiayai hidupnya dengan uang tabungan yang selama ini dimiliki.

Pihak Samsung menolak berkomentar atas keputusan anak muda tersebut.

Namun, perusahaan raksasa seperti Samsung dan Hyundai yang membantu ekonomi Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan ekonomi paling kuat di Asia ini, memang tengah menghadapi stagnansi pertumbuhan karena kondisi ekonomi yang tidak begitu baik.

3 dari 3 halaman

Tak Bisa Penuhi Harapan Masyarakat

Samsung MWC
Suasana booth Samsung di gelaran Mobile World Congress 2018 di Barcelona, Spanyol (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Belum lagi, kompetisi dari perusahaan-perusahaan lain membuat karyawan berpikir bahwa perusahaan-perusahaan besar sekalipun kurang bisa memenuhi harapan masyarakat.

Isu serupa bahkan terjadi secara global. Menurut survei dari Korea Research Institute Vocational Education and Training, hanya sekitar 55 persen orang Korea yang merasa puas dengan pekerjaannya.

Bahkan pada Januari lalu, "mengundurkan diri dari pekerjaan" jadi salah satu resolusi paling banyak diinginkan oleh milenial.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓