Xiaomi Pamer Fast Charging Baru, Baterai 4.000mAh Bisa Penuh dalam 17 Menit

Oleh Agustinus Mario Damar pada 29 Mar 2019, 13:30 WIB
Diperbarui 29 Mar 2019, 13:30 WIB
Logo Xiaomi
Perbesar
Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi baru saja memakerman fitur fast charging terbaru besutannya.

Meski belum diungkap lebih lanjut, teknologi ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, karena memiliki kemampuan yang terbilang luar biasa.

Alasannya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (29/3/2019), fitur fast charging ini mampu mengisi penuh sebuah baterai berkapasitas 4.000mAh dalam waktu 17 menit. Perlu diketahui, teknologi baru ini memiliki daya 100W.

Informasi mengenai teknologi anyar tersebut diungkap oleh co-founder dan President Xiaomi, Lin Bin, melalui akun Weibonya. Dia mengungkap keberadaan teknologi ini melalui sebuah video perbandingan.

Dalam video tersebut, dia membandingkan teknologi Xiaomi ini dengan SuperVOOC Flash Charge dari Oppo.

Video itu memperlihatkan teknologi milik Oppo hanya mempu mengisi baterai berkapasitas 3.700mah sebanyak 65 persen dalam waktu 17 menit.

Meski belum ada informasi lebih lanjut seputar teknologi ini, ada kemungkinan Xiaomi menggunakan hardware khusus dalam teknologi.

Sejumlah pihak memperkirakan bahwa teknologi ini akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

Perlu diketahui, teknologi semacam ini memang bukan barang baru bagi Xiaomi.

Sebelumnya, perusahaan asal Tiongkok itu juga meluncurkan teknologi wireless charging 20W tercepat di dunia dengan Mi 9.

2 dari 3 halaman

Bisnis Smartphone Xiaomi Semakin Kuat di Indonesia

Xiaomi Mi A2
Perbesar
Xiaomi Mi A2. Liputan6.com/ Yuslianson

Xiaomi juga baru saja mengumumkan pencapaiannya sepanjang tahun fiskal 2018 yang berakhir pada 31 Desember. Berdasarkan laporan pendapatannya, bisnis smartphone di berbagai negara mengalami pertumbuhan, termasuk di Indonesia.

Untuk bisnis smartphone, Xiaomi membukukan pendapatan sekira RMB113,8 miliar, naik 41,3 persen pada tahun fiskal 2018. Pertumbuhan ini didorong jumlah penjualan smartphone dan rata-rata harga jual (ASP).

Bisnis smartphone Xiaomi memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan keseluruhan bisnis perusahaan. Meski pasar smartphone global mengalami penurunan 4,1 persen year-on-year, pengapalan smartphone Xiaomi justru mencapai 118,7 juta unit pada 2018, naik 29,8 persen dari tahun sebelumnya.

Tiongkok merupakan pasar terbesar Xiaomi dengan menyumbang 60 persen dari total penjualan. Penjualan smartphone Xiaomi di pasar internasional pun berlangsung baik.

Mengutip data Canalys, Xiaomi mengungkapkan pengapalan smartphone untuk wilayah Eropa Barat tumbuh 415,2 year-on-year. Perusahaan menempati posisi ke empat dalam hal pengapalan smartphone pada tahun lalu.

India dan Indonesia juga memainkan peran penting. Pengapalan smartphone di India terus mengalami pertumbuhan, dan menempati posisi nomor satu selama enam kuartal berturut-turut.

Di Indonesia, Xiaomi menduduki peringkat ke dua dalam hal pengapalan smartphone, dengan pertumbuhan 299,6 persen year-on-year.

3 dari 3 halaman

Total Pendapatan RMB 174,9 Miliar

Resmi Diluncurkan, Begini Penampakan Xiaomi Mi 9
Perbesar
Smartphone Xiaomi Mi 9 ditampilkan dalam pameran saat peluncuran di Beijing, China, Rabu (20/2). Xiaomi resmi memperkenalkan smartphone premium terbarunya, yakni Mi 9. (AP Photo/Andy Wong)

Grup Xiaomi membukukan pendapatan RMB 174,9 miliar atau berkisar Rp 367 triliun, dengan pertumbuhan 52,6 persen year-on-year. Pendapatan internasional tumbuh 118,1 persen, atau menyumbang 40 persen untuk total pendapatan.

Di luar dari smartphone, bisnis Xiaomi lain juga terus mengalami pertumbuhan. Berbagai produk IoT dan gaya hidupnya membukukan pendapatan RMB43,8 miliar atau berkisar Rp 92 triliun.

"Di 2018, Xiaomi terus bersinar, bahkan dalam menghadapi persaingan ketat dari rekan-rekan domestik dan internasional. Hal ini berkat model bisnis "triatlon" kami," jelas CEO Xiaomi, Lei Jun.

Xiaomi pun akan melanjutkan ekspansi global ke berbagai pasar baru pada tahun ini. Perusahaan asal Tiongkok itu akan mereplikasi kesuksesan di India, serta sejumlah pasar kunci lain seperti Indonesia dan Eropa Barat.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓