Sektor Finansial dan Perdagangan Jadi Target Utama Serangan DDoS

Oleh Andina Librianty pada 22 Mar 2019, 07:30 WIB
Diperbarui 22 Mar 2019, 08:17 WIB
Ilustrasi Internet (iStockphoto via Google Images)

Liputan6.com, Jakarta - Para penjahat siber tak pernah kehabisan cara untuk menjerat para korbannya, termasuk pelaku bisnis di berbagai sektor. Salah satu serangan siber yang terkenal adalah Distributed Denial of Service (DDoS).

Direktur PT. Blue Power Technology (BPT), Erwin Urip, mengatakan ada banyak serangan DDoS yang terjadi di Indonesia. Pelaku bisnis di bidang finansial dan perdagangan, kata Erwin, termasuk yang sering menjadi korban DDoS.

"Sektor usaha yang menjadi target serangan DDoS ini beragam, termasuk finansial dan perdagangan. Memang biasanya yang menjadi target itu industri yang banyak menyimpan data dan memberikan layanan melalui digital," jelasnya.

DDoS merupakan jenis serangan yang dilakukan dengan cara membanjiri lalu lintas (trafik) jaringan internet pada server, sistem, atau jaringan. Umumnya serangan ini dilakukan menggunakan beberapa komputer host penyerang, sampai sistem target tidak bisa diakses.

Oleh sebab itu, ia mengimbau para pelaku usaha untuk tetap waspada. Menurutnya, sebaiknya mereka menggunakan berbagai solusi untuk menjaga keamanan sistem, terutama pelaku usaha yang menggunakan layanan digital.

Adapun BPT merupakan sah satu distributor infrastruktur Teknologi Informasi (TI).

 

2 of 2

Banyak Motif Serangan

Ilustrasi internet. (Doc: CNET)

Lebih lanjut, Erwin mengatakan ada banyak motif DDoS dilakukan. Alasannya pun tidak melulu untuk meraup keuntungan secara materi.

"Sama seperti sektor target yang beragam, tujuannya pun bermacam-macam. Ada yang karena ingin mengganggu sistem, karena dengan adanya DDoS, sistem jadi melambat. Atau mungkin ada motif-motif lain seperti persaingan bisnis, sehingga tujuannya bisa saja untuk mengubah data (perusahaan pesaing)," tuturnya.

BPT sebagai distributor infrastruktur TI memiliki sejumlah solusi teknologi, termasuk untuk menangani DDoS. Perusahaan merupakan distributor scrubbing center milik Imperva.

Scrubbing center ini diklaim dapat membersihkan trafik DDoS lebih cepat, dan hanya mengirim trafik yang bersih ke web server pelanggan.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓