Menkominfo Video Call dengan Bupati Daerah 3T via Internet Palapa Ring

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 20 Mar 2019, 17:30 WIB
Menkominfo

Liputan6.com, Jakarta - Proyek infrastruktur tulang punggung internet pita lebar Palapa Ring dijanjikan bakal selesai dibangun pada pertengahan 2019 ini. Namun demikian, Palapa Ring Barat telah dikomersialisasi dan Tengah sedang dilakukan uji coba.

Bertempat di kantor Kemkominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyelenggarakan uji coba internet cepat Palapa Ring.

Mereka pun melakukan kegiatan video conference dengan sejumlah pimpinan daerah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang kini sudah dijangkau Palapa Ring.

Dalam hal ini, Menkominfo Rudiantara melakukan panggilan video ke Kabupaten Pulau Morotai, Natuna, dan Sorong.

Menkominfo juga menyaksikan demo konsultasi medis via video call jaringan internet Palapa Ring antara RSUD Embung Fatimah Batam dengan Rumah Sakit Daerah Ranai Natuna.

Dalam perbincangannya dengan kepala daerah di ketiga kabupaten tersebut, Rudiantara mengatakan, semua sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia dan Morotai akan dihubungkan dengan internet berkecepatan tinggi.

"Untuk satelit kecepatan tinggi pada 2022, proses sudah dilakukan, tetapi konektivitas untuk sekolah, puskesmas, kantor desa, koramil, dan polsek di Kabupaten bisa dimulai sebelum 2022," kata Rudiantara dari Jakarta, Rabu (20/3/2019).

 

2 of 2

Manfaat Palapa Ring Sudah Dirasakan

Menkominfo Rudiantara berbicara tentang Palapa Ring di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Liputan6.com/ Agustin S. Wardani

Palapa Ring pun telah dirasakan manfaatnya oleh siswa di sekolah-sekolah di Kabupaten Natuna serta Kabupaten Pulau Morotai.

Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos mengatakan, di wilayah yang dipimpinnya, 23 sekolah unggulan telah tersedia sarana multimedia, di mana satu komputer untuk satu murid.

Wakil Bupati Kabupaten Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, "Manfaat yang paling dirasakan adalah oleh sekolah di Kabupaten Natuna, tahun lalu baru 2 sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), di 2019 meningkat menjadi 13 sekolah."

Menkominfo juga melakukan panggilan video dengan dua orang nelayan yang tengah berada di lautan, yakni Sahidan dan Safarudin.

Internet di tengah laut dirasa penting ada untuk nelayan yang pergi melaut. Pasalnya menurut Rudiantara, selama ini sering ada nelayan yang hilang serta tidak bisa pulang ke rumah karena tidak tahu arah.

"Saat saya ke Lombok, tiap tahun ada laporan nelayan hilang karena tidak tahu arah saat sedang berlayar di laut," katanya.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓