Top 3 Tekno: Tiket AirAsia Hilang di Sejumlah OTA Jadi Sorotan

Oleh Yuslianson pada 20 Mar 2019, 11:30 WIB
Pesawat Air Asia

Liputan6.com, Jakarta - Artikel tentang rencana Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki kasus 'hilangnya' tiket AirAsia di sejumlah OTA, menjadi sorotan pembaca kanal Tekno Liputan6.com edisi Selasa (20/3/2019).

Selain itu, ada juga dua artikel lain yang juga tak kalah menarik perhatian pembaca.

Adapun kedua artikel itu adalah infrastruktur langit menjadi trending topic di Twitter, dan Matahari buatan Tiongkok rampung tahun ini.

Tanpa berlama-lama, langsung saja simak rangkuman berita tersebut berikut ini.

1. Tiket AirAsia Hilang di Sejumlah OTA, KPPU Didesak Selidiki Kasus Ini

AirAsia Indonesia resmi membuka rute baru ke India, Rabu (4/10), dengan penerbangan empat kali sehari dari Bali ke Kolkata.

Kasus hilangnya tiket AirAsia di online travel agencies (OTA) Indonesia terus bergulir.

Tak cuma Traveloka dan Tiket, laporan terbaru menyebutkan tiket maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut juga hilang di 15 agen travel online dan offline di Indonesia.

Mengutip laman Skift, Selasa (19/3/2019), tiga di antaranya adalah Panorama Group, Golden Rama Tours & Travel, dan Wita Tour (di luar Traveloka dan Tiket). Mereka telah menyetop penjualan tiket AirAsia sejak pekan lalu.

Selengkapnya baca di sini

 

2 of 2

2. Infrastruktur Langit Jadi Trending Topic Twitter

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyatakan Palapa Ring akan mulai beroperasi pada akhir 2018 (Foto: Ist)

Istilah yang dipakai saat debat calon presiden dan debat calon wakil presiden kerap jadi perbincangan masyarakat dan warganet.

Pasalnya penyebutan yang dipakai merupakan istilah baru bagi orang awam. Misalnya saja unicorn yang diucapkan oleh Capres Nomor Urut 1 Joko Widodo saat debat capres kedua.

Kemudian baru-baru ini ada istilah infrastruktur langit yang diucapkan oleh Cawapres nomor urut 1 Ma'ruf Amin.

Selengkapnya baca di sini

3. Matahari Buatan Tiongkok Rampung Tahun Ini

Penampakan reaktor di China yang disebut 'matahari buatan' atau Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST). (sumber: Institute of Plasma Physics Chinese Academy of Sciences)

Para peneliti asal Tiongkok sedang mengembangkan reaktor Tokamak (EAST), yang meniru proses fusi nuklir Matahari.

Fusi nuklir itu diklaim mampu mencapai suhu elektron sebesar 100 juta derajat Celsius.

Seperti dilansir Science Alert, para pejabat Tiongkok mengungkap telah menyelesaikan konstruksi Matahari buatan itu pada tahun ini.

"Plasma Matahari buatan terutama terdiri dari elektron dan ion dan perangkat Tokamak yang ada saat ini, telah mencapai suhu elektron lebih dari 100 juta derajat Celsius dalam plasma intinya, dan suhu ion 50 juta Celsius," kata pejabat Perusahaan Nuklir Nasional Tiongkok, Duan Xuru.

Selengkapnya baca di sini

(Ysl/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by