Heboh Infrastruktur Langit, Ini Penjelasan Kemkominfo

Oleh Andina Librianty pada 20 Mar 2019, 08:19 WIB
Diperbarui 22 Mar 2019, 08:13 WIB
Proyek Palapa Ring Mulai Beroperasi Akhir 2018

Liputan6.com, Jakarta - Istilah infrastruktur langit beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat sejak Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin, menyinggungnya dalam debat pada Minggu (17/3/2019).

Terkait hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (Dirut BAKTI), Anang Latif, untuk memberikan penjelasan.

Istilah infrastruktur langit sejatinya sudah lama digaungkan oleh pemerintah, terutama Menkominfo, untuk menggambarkan akses internet merata di seluruh wilayah Indonesia.

Istilah ini juga erat kaitannya pada pembangunan jaringan serat optik BAKTI Kemkominfo, Palapa Ring, untuk bisa menghadirkan internet merata dan cepat di Tanah Air.

Kemkominfo juga kerap menggambarkan hal ini dengan istilah "tol langit".

"Jadi seolah-olah sinyal cepat itu adalah sebuah tol. Kan seolah-olah kita gambarkan sinyal itu pasti ada di atas ya. Entah itu sinyal 4G atau sinyal Wifi, nah perumpaan inilah yang sebenarnya dimaksud sama pak Rudiantara (Menkominfo)," kata Anang di Gedung BAKTI, Jakarta, Selasa (19/03/2019).

Anang mengatakan, layaknya jalan tol yang menghubungkan jalan lintas kota atau kabupaten, maupun provinsi tanpa hambatan macet, demikian juga dengan tol langit. Nantinya akses internet kian cepat dan antilemot.

Palapa Ring sendiri terbagi dalam paket Barat, Tengah dan Timur. Proyek ini merupakan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Jaringan-jaringan ini sebenarnya digelar di lautan maupun di daratan, yang pada akhirnya nanti menyiapkan sinyal tanpa hambatan. Inilah proyek yang pertama kali menggunakan skema KPBU pada tahun 2015," jelas Anang.

2 of 2

Palapa Ring Menjangkau 3T

Menkominfo
Menkominfo, Rudiantara, di depan Terminal Station Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Liputan6.com/Andina Librianty

Secara fisik, proyek Palapa Ring atau yang dengan mudah diistilahkan sebagai tol langit ini, pada intinya untuk membangun jaringan serat optik di daerah-daerah yang termasuk wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Pada 2015, dari 514 kabupaten dan kota, hanya 400 daerah yang baru terjangkau dengan jaringan serat optik. Sehingga ada 114 daerah yang belum terjangkau.

"Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengajak para operator untuk membagi tugas dalam pembangunan tersebut (melalui Palapa Ring)," tegasnya.

Saat ini pembangunan proyek Palapa Ring hampir rampung. Palapa Ring Barat dan Tengah telah beroperasi pada tahun lalu. Sementara pembangunan Palapa Ring Timur telah mencapai 94,5 persen, dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓