5 Lowongan Pekerjaan yang Paling Banyak Diburu di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 16 Mar 2019, 08:00 WIB
Berbagai Produk Startup di GMIC Indonesia 2017

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan kompetensi digital kini sangat tinggi. Hal itu didasarkan dari laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia. Laporan ini diinisiasi oleh media sosial professional LinkedIn.

Dalam laporan tersebut, digarisbawahi permintaan akan pekerjaan yang membutuhkan keahlian hybrid, terutama untuk bisa membantu mengarahkan perjalanan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bertransformasi ke era digital.

"Laporan Emerging Jobs LinkedIn menyoroti kenyataan bahwa jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada," ujar FeonAng, Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn dalam keterangan resminya seperti dilansir Merdeka pada Sabtu (16/3/2019).

LinkedIn sendiri menganalisa jutaan input pekerjaan yang unik dalam lima tahun terakhir, dan menemukan bahwa lima pekerjaan yang paling diminati semuanya adalah yang berhubungan dengan teknologi.

Banyak dari pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan manajemen dan komunikasi.

Peran mereka yang sebenarnya bervariasi dan beragam, menggambarkan pasar tenaga kerja yang menilai keahlian dengan serangkaian keterampilan hybrid yang saling melengkapi.

2 of 2

Apa Saja Pekerjaannya?

Berbagai Produk Startup di GMIC Indonesia 2017
Pengunjung melihat pameran startup pada Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia di ICE BSD, Tangsel, Selasa (26/9). Acara ini diikuti 1.500 eksekutif industri mobile, pengusaha, developer dan investor seluruh dunia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut LinkedIn, lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia adalah:

1. Back End Developer

2. Data Scientist

3. Android Developer

4. Full Stack Engineer

5. Front End Developer

"Sementara lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia semuanya berhubungan dengan teknologi, banyak diantaranya membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi, menciptakan keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional," terangnya.

Reporter: Fauzan Jamaludin

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓