Pengamat: Facebook Tutupi Penyebab Layanannya Tumbang

Oleh Jeko I. R. pada 14 Mar 2019, 11:23 WIB
Facebook

Liputan6.com, Jakarta - Facebook, Instagram, dan WhatsApp, sempat down alias tidak bisa diakses pada Kamis (14/3/2019) sejak pukul 01.00 WIB dini hari.

Facebook sendiri menjelaskan tidak bisa diaksesnya ketiga layanan ini disebabkan oleh gangguan maintenance.

"Kami tahu saat ini sejumlah pengguna tidak bisa mengakses keluarga aplikasi Facebook. Kami sedang berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya," kicau Facebook.

Selain itu, Facebook pun menegaskan masalah ini tidak disebabkan serangan distributed denial-of-service (DDoS). 

Pengamat Keamanan Siber, Pratama Persadha, justru memiliki pandangan lain. Menurutnya, tumbangnya ketiga layanan milik Facebook ini justru tidak disebabkan oleh maintenance

Ia berkata, perusahaan sebesar Facebook tidak mungkin mengadakan maintenance dengan membuat sistemnya menjadi down.

“Perusahaan sekelas Facebook, apalagi masalah down time kalau maintenance harus ada uji coba server-nya dulu. Kalau ada maintenance, biasanya mereka beritahu,” kata Pratama kepada Tekno Liputan6.com via telepon.

Maintenance itu tidak mungkin selama ini dan tidak butuh waktu berjam-jam, karena biasanya maintenance ada server test dulu, update patch, semua diuji. Ketika di-patch, pasti mereka menguji akan bikin sistem down atau tidak,” lanjutnya.

Penjual Angkringan Ungkap Peredaran Uang Palsu
2 of 3

Serangan Siber?

Facebook
Ilustrasi Facebook (iStockPhoto)

Pratama memang tidak bisa memastikan penyebab yang melumpuhkan semua layanan Facebook. Namun ia yakin, pasti ini merupakan salah satu bentuk serangan siber. 

“Memang ini bukan DDoS, kan Facebook-nya sendiri sudah bilang. Menurut saya ada serangan lain, cuma menurut saya Facebook-nya tutupi karena mau investigasi. Masalahnya, mereka mau tidak terbuka dan transparan dengan pengguna?” terangnya. 

3 of 3

Dampak Facebook

Facebook
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Pratama juga menilai mengapa Facebook menutupi penyebab lumpuhnya Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Menurutnya, Facebook menutupi hal tersebut karena memikirkan implikasi ke nilai ekonomi perusahaan.

Sebab, jika investor tahu sistem Facebook tidak kuat karena diserang, tentu hal ini akan berimbas ke saham Facebook yang menurun. 

“Ini akan menurunkan valuasi dari perusahaan makanya mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi. Coba bayangkan, server Facebook itu tidak kira-kira, ada puluhan hektar, kalau ada maintenace itu ya pasti bisa di-switch ke backup server lain,” tutupnya.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓